Sandiaga Kalah Hasil Quick Count, Harga Saham Saratoga Anjlok 10%

ANTARA FOTO/Dhemas Reviyanto
Calon Wakil Presiden nomor urut 02 Sandiaga Uno menunjukkan surat suara sebelum menggunakan hak pilih pada Pemilu 2019 di TPS 02, Kebayoran Baru, Jakarta, Rabu (17/4/2019).
18/4/2019, 10.05 WIB

Harga saham perusahaan milik Sandiaga Uno, PT Saratoga Investama Sedaya, anjlok pasca pelaksanaan Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019. Harga saham Saratoga sempat jatuh lebih dari 10% akibat hasil hitung cepat (quick count) mayoritas lembaga survei memenangkan pasangan Joko Widodo-Maruf Amin atas Prabowo Subianto-Sandiaga.

Saham perusahaan berkode bursa SRTG tersebut langsung anjlok sejak awal pembukaan perdagangan di Bursa Efek Indonesia (BEI), Kamis (18/4). Saat berita ini ditulis Pukul 09.15 WIB, harga sahamnya berada di level 3.450 atau turun 10,16% dari perdagangan sebelumnya.

Ini berbanding terbalik dengan kondisi sehari sebelum debat terakhir Pilpres 2019 hingga sehari menjelang Pilpres 2019. Harga saham Saratoga tercatat terus menanjak, dengan total 2,3% dalam kurun waktu tersebut.

(Baca: Quick Count 7 Lembaga Survei Hampir 100%, Jokowi Ungguli Prabowo 9-11%)

Berdasarkan data BEI, Sandiaga memegang 22,33% saham Saratoga. Selebihnya, saham Saratoga dipegang Edwin Soeryadaya 31,04%, Unitras Pertama 31,68%, pemegang saham lainnya 14,93%.   

Hitung cepat Pilpres 2019 dari sejumlah lembaga survei menunjukkan pasangan calon presiden dan wakil presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto-Sandiaga Uno kalah suara dengan pasangan nomor urut 02 Joko Widodo-Maruf Amin dalam Pilpres 2019.

Berdasarkan pantauan katadata.co.id pada Kamis pagi ini, sample suara di tujuh lembaga survei sudah nyaris mencapai 100%. Lembaga survei yang dimaksud yakni Litbang Kompas, LSI Denny JA, Indo Barometer, Charta Politika, Poltracking Indonesia, Indikator Politik Indoneisa, Median. Jokowi menang suara dengan perolehan di kisaran 53-54%, sedangkan Prabowo 44-46%.