Kisruh Politik, BEI Revisi Target IPO

BEI KATADATA|Arief Kamaludin
KATADATA | Arief Kamaludin
Penulis:
Editor: Arsip
9/10/2014, 15.13 WIB

KATADATA ? Otoritas bursa merevisi target perusahan yang akan melakukan penawaran saham umum perdana (Initial Public Offering/IPO) tahun ini. Awalnya Bursa Efek Indonesia menargetkan tahun ini ada 30 perusahaan yang akan menjadi perusahaan terbuka, tapi sekarang direvisi menjadi hanya 25 perusahaan.

Direktur Utama Bursa Efek Indonesia (BEI) Ito Warsito mengatakan tidak kondusifnya situasi politik memberi sentimen negatif ke pasar. Hal ini juga menyebabkan pertumbuhan ekonomi menjadi semakin tertekan, ditengah tantangan global. (Baca: Politik Gaduh, Analis Revisi Target IHSG)

"Situasi ekonomi kita tidak lebih baik dari semester 2 tahun lalu. Kemudian faktor politik membuat emiten mengundurkan rencana IPO nya tahun depan," kata Ito, di Gedung BEI, Jakarta, Kamis (9/10).

Sejak awal tahun ini, hanya 18 perusahaan saja yang mencatatkan sahamnya di bursa. Masih ada 7 perusahaan lagi yang sedang dalam proses untuk melantai di BEI. Makanya BEI hanya menargetkan 25 perusahaan.

(Baca: Investor Beri Sentimen Negatif Kemenangan Koalisi Pro Prabowo)

Meski demikian, jika situasi politik ini membaik, Ito yakin jumlah emiten yang masuk akan bisa mencapai 30 emiten pada tahun depan. BEI juga akan mengajak pengusaha-pengusaha muda untuk bergabung di bursa. Sebab, menurutnya dana yang dimiliki oleh pengusaha itu cukup besar.

"Suatu saat usaha mereka nanti bisa dicatatkan di BEI, go public. Dan mereka sebenarnya punya uang banyak yang bisa diinvestasikan di pasar modal," tutur dia.

Direktur Penilaian Perusahaan BEI Hoesen juga target 25 perusahaan yang akan go public tahun ini, masih terbilang besar. Sebab, selama ini jumlah perolehan emiten terbanyak hanya terjadi pada 2011 dengan jumlah yang sama.

Menurut dia, untuk meningkatkan jumlah emiten di pasar modal lebih tinggi lagi, pemerintah perlu membuat kebijakan dan aturan yang memudahkan perusahan untuk IPO.  Hoesen juga yakin pemerintahan Jokowi mendatang, akan berdampak positif terhadap perekonomian. Dengan begitu, target 30 emiten pada tahun depan bisa tercapai. (Baca: Kepercayaan Pasar Akan Pulih Setelah Jokowi Dilantik)

"Harusnya jadi policy action. Asumsi (30 emiten) oke, optimis ada peluang. Karena ada harapan baru pemerintah baru orang baru," ujarnya.

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

Reporter: Desy Setyowati