Saratoga Milik Sandiaga Uno Merugi Rp 4,4 Triliun, Sahamnya Anjlok 5%

ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A/foc.
Layar menampilkan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Rabu (26/4/2023).
Penulis: Zahwa Madjid
2/5/2023, 10.01 WIB

Emiten portofolio investasi milik Sandiaga Uno, PT Saratoga Investama Sedaya Tbk (SRTG) membukukan rugi sebesar Rp 4,39 triliun pada kuartal pertama 2023. Padahal, pada periode yang sama tahun lalu perseroan kantongi laba bersih senilai Rp 3,56 triliun.

Kerugian ini disebabkan neto atas investasi pada saham dan efek ekuitas lainnya anjlok menjadi Rp 5,1 triliun dari keuntungan neto atas investasi senilai Rp 3,89 triliun. Segmen investasi blue chip menyumbang kerugian neto atas investasi pada saham dan efek ekuitas lainnya hingga Rp 5,33 triliun.

Melansir laporan keuangannya, Saratoga menaruh investasi saham di perusahaan blue chip seperti, PT Adaro Energy Indonesia Tbk (ADRO) dan PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA), dan juga PT Tower Bersama Infrastructure Tbk (TBIG).

Kemudian, segmen teknologi digital menyumbang rugi neto atas investasi saham dan efek ekuitas senilai Rp 62,1 miliar dan segmen lainnya tercatat rugi Rp 20,6 miliar.

Perusahaan berkembang menyumbang penghasilan Saratoga senilai Rp 308,88 miliar. Saratoga membukukan rugi sebelum pajak senilai Rp 5,16 triliun. Dari sisi aset, per Maret 2023 dibukukan sebesar Rp 57,7 triliun. Sedangkan per Desember 2022, aset SRTG dibukukan Rp 63,7 triliun.

Melihat pergerakan saham SRTG pada awal perdagangan hari ini, Selasa (2/5) saham anjlok 5,01% atau 100 poin ke level Rp 1.795 per saham. Secara year-to-date, saham Saratoga sudah turun hingga 28,85%.

Reporter: Zahwa Madjid