Bos BNI Sebut Pelepasan Saham BRIS Masih Dikaji

ANTARA FOTO/Aditya Pradana Putra/hp.
Direktur Utama BNI Royke Tumilaar menyampaikan keterangan kepada wartawan terkait kinerja perusahaan pada kuartal III 2023 di Jakarta, Selasa (31/10/2023).
21/2/2024, 09.26 WIB

Direktur Utama PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) atau BNI Royke Tumilaar menjelaskan rencana pelepasan kepemilikan saham BNI di PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BRIS) atau BSI masih dalam pengkajian.

Royke menyebut jika BNI yang saat ini masih sebagai pemegang saham BRIS selalu mendukung bank syariah pelat merah tersebut untuk mencetak kinerja yang lebih baik. Dirinya juga mengatakan BNI juga akan mendukung apapun model bisnis BSI ke depan.

"Kami akan pertimbangkan untuk nantinya ada investor strategis. Kami ya dukung," sebut Royke kepada wartawan di acara Pertemuan Tahunan Jasa Keuangan 2024, dikutip Kamis (21/2).

Sebagai informasi, saham bank yang melantai di BEI pada 9 Mei 2018 ini dimiliki oleh BBNI sejumlah 10,72 miliar saham, ssetara 23,24%. Lalu ada PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) yang menguasai 23,74 miliar saham BRIS, setara dengan kepemilikan 51,47%.Lalu PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) mengantongi 7,09 miliar saham perusahaan atau setara 15,38%.

Wakil Menteri BUMN Kartika Wirjoatmodjo sebelumnya mengatakan, BRI dan BNI akan keluar secara perlahan dari PT Bank Syariah Indonesia Tbk. Sementara Bank Mandiri tetap akan menjadi pemegang saham pengendali.

Dia berharap investor baru nantinya bisa menjadikan BSI sebagai bank syariah yang bertumbuh secara global. Sebagaimana diketahui, BUMN kini tengah berusaha untuk mendapatkan investor strategis dari Timur Tengah untuk BRIS.

Namun hingga kini kabar mengenai investor strategis BSI masih belum terungkap. Pasalnya belum ada tanda-tanda kesepakatan dari BRIS maupun investor strategis Timur Tengah.

 

Reporter: Patricia Yashinta Desy Abigail