IHSG Turun 0,53% di Tengah Perang Israel-Iran, Saham Energi Rontok
Indeks Harga Saham Gabungan atau IHSG anjlok 0,53% atau 38,31 poin ke level 7.166 pada penutupan perdagangan akhir pekan, Jumat (13/6). IHSG tertekan gejolak geopolitik di Timur Tengah dan perang dagang antara AS dan Cina.
Melansir data perdagangan Bursa Efek Indonesia, volume perdagangan hari ini tercatat mencapai 26 miliar saham. Frekuensi saham sebanyak 1,36 juta kali dan kapitalisasi market sebesar Rp 12.525 triliun. Sedangkan jumlah nilai transaksi hari ini mencapai Rp 13,64 triliun.
Tekanan, antara lain terjadi di saham-saham sektor energi yang turun 0,21% meski harga komoditas energi, terutama minyak justru melonjak. Melansir Reuters, harga minyak mentah Brent berjangka melonjak US$ 5,1 (kurs Rp 16.305 terhadap dolar Amerika Serikat) atau sekitar 7,4% menjadi US$ 74,46 barel pada pukul 08.43 GMT waktu setempat.
Beberapa komoditas yang ikut naik akibat lonjakan harga minyak global antara lain Crude Oil (OIL) tumbuh 7,32% ke level US$ 73,02, Palm Oil (CPO) naik 0,26% ke US$ 3849.
Adapun penurunan harga saham di sektor energi, antara lain terjadi pada saham PT Alamtri Resources Indonesia Tbk (ADRO) yang turun 5,90% ke level 1995, PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGAS) 0,60% ke level 1670, PT Bukit Asam (PTBA) 0,34% kelevel 2970 dan PT Bumi Resources Tbk (BUMI) 3,62% ke level 133.
Harga saham emiten di sektor-sektor keuangan juga turun 0,98%, dengan tumbangnya saham-saham bank jumbo. Harga saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) turun 1,1% ke level 9025, PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) turun 1,72% ke level 4000, PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) turun 0,48% ke level 5.150 sementara Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) stagnan di level 4540.
Sebanyak sembilan dari 11 sektor saham di Bursa Efek Indonesia tumbang. Saham-saham di sektor teknologi turun 1,74%, sektor kesehatan turun 0,21%, sektor transportasi turun 1,51% dan sektor infrastruktur turun 0,68%. Saham-saham sektor infrastruktur juga turun 0,68%, sektor properti turun 0,70%, sektor cyclical turun 0,71% dan sektor non-cyclical turun 0,96%.
Sektor cyclical adalah sektor industri yang kinerjanya sangat dipengaruhi oleh siklus ekonomi seperti industri otomotif, pariwisata, perhotelan, ritel dan hiburan. Sedangkan sektor non-cyclical merupakan sektor saham yang kinerjanya relatif tidak terpengaruh oleh pertumbuhan ekonomi seperti makanan dan minuman, kebutuhan rumah tangga dan kesehatan.
Di sisi lain, sektor industri dan industri dasar masing-masing naik sebesar 0,17% dan 1,19%.
Daftar emiten dengan jumlah transaksi saham paling banyak hari ini:
- PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) ditransaksikan sebanyak 42,01 juta saham
- PT Bumi Resources Tbk (BUMI) ditransaksikan sebanyak 27,50 juta saham
- PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS) ditransaksikan sebanyak 13,37 juta saham
- PT Wir Asia Tbk (WIRG) ditransaksikan sebanyak 6,43 juta saham
- PT Sentul City Tbk (BKSL) ditransaksikan sebanyak 6,14 juta saham
IHSG sebelumnya tergerus 0,25% atau 18,09 poin ke level 7.204 pada penutupan perdagangan Kamis (12/6).
,