Rugi Merdeka Copper (MDKA) Turun 75,5%, Proyek Emas Raksasa Siap Panen 2026
Emiten afiliasi konglomerat Garibaldi Thohir atau Boy Thohir PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA) masih membukukan rugi bersih pada kuartal pertama 2025 mencapai US$ 3,73 juta atau sekitar Rp 60,52 miliar (kurs: 16.198 per dolar AS). Namun, kerugian ini turun hingga 75,5% dibandingkan periode yang sama tahun lalu yang mencapai US$ 15,22 juta.
Turunnya kerugian perusahaan terjadi di tengah penurunan pendapatan perseroan. Pendapatan MDKA tercatat turun 7,2% dari US$ 541,05 juta atau Rp 8,76 triliun pada kuartal pertama 2024 menjadi US$ 502,16 juta atau Rp 8,13 triliun.
Mayoritas pendapatan MDKA berasal dari penjualan emas, perak, katoda tembaga, NPI, nikel matte, dan bijih nikel limonit ke pihak ketiga dengan nilai US$ 500,32 juta. Adapun penjualan domestik mencapai US$ 368,89 juta sedangkan ekspor tercatat US$ 134,25 juta.
Perseroan juga mencatat realisasi lindung nilai negatif sebesar US$ 2,81 juta. Sedangkan pendapatan dari lini usaha lain tercatat mencapai US$ 1,83 juta, yang terdiri dari US$ 1,8 juta dari pihak ketiga dan US$ 35 ribu dari pihak berelasi.
Adapun pelanggan utama MDKA yang menyumbang lebih dari 10% dari total penjualan bersih pada kuartal pertama 2025, antara lain:
- PT Indonesia Tsingshan Stainless Steel sebesar US$ 181.85 juta
- PT CNGR Ding Xing New Energy sebesar US$ 134,72 juta
- Precious Metals Global Markets (HSBC) sebesar US$ 109,94 juta
Total kontribusi dari tiga pelanggan besar tersebut mencapai US$ 426,51 juta.
Progres Emas Pani
Di sisi lain, MDKA melaporkan proyek emas Pani di Gorontalo tetap berjalan sesuai jadwal dan telah mencapai 49% penyelesaian pada akhir kuartal pertama 2025. Rekayasa terperinci telah diselesaikan, kontrak konstruksi utama telah ditetapkan, dan kontraktor mulai melakukan mobilisasi ke lokasi proyek. Model sumber daya terbaru juga menunjukkan potensi optimalisasi tambahan.
Perusahaan pun menargetkan komisioning proyek selesai pada akhir 2025, dengan produksi emas pertama diperkirakan pada awal 2026.
Presiden Direktur Merdeka Copper Gold Albert Saputro mengatakan, perseroan terus mencatat kemajuan yang konsisten di seluruh segmen bisnis inti, dan telah menyelesaikan sejumlah langkah penting dalam proyek-proyek strategis.
“Merdeka tetap berkomitmen terhadap pertumbuhan jangka panjang yang bertanggung jawab, sambil menjawab peluang dan tantangan yang terus berkembang pada 2025 dan seterusnya,” kata Albert dalam keterangannya, Selasa (1/7).
Albert sebelumnya mengatakan, proyek emas tersebut diproyeksikan mampu mencapai kapasitas produksi puncak sekitar 500.000 ounce emas per tahun setelah beroperasi penuh.