Bank BTN (BBTN) Targetkan Spin Off Unit Usaha Syariah, Kapan Mulai Beroperasi?

Katadata/Fauza Syahputra
Ilustrasi.
6/8/2025, 15.21 WIB

Emiten pelat merah PT Bank Tabungan Negara Tbk (BBTN) menargetkan proses pemisahan atau spin off unit usaha syariah (UUS) BTN Syariah dengan PT Bank Victoria Syariah rampung pada September 2025.

Direktur Network & Retail Funding BTN Rully Setiawan optimistis bank syariah diharapkan bisa beroperasi penuh sebelum 2026. Namun, ia belum bisa membeberkan nama baru dari UUS tersebut. 

“Tahun ini harus bisa beroperasi,” kata Rully kepada wartawan di Jakarta, Rabu (6/8). 

Sebelumnya Direktur Utama BTN Nixon L.P Napitupulu optimistis bank syariah baru ini akan menjadi bank terbesar nomor dua di Indonesia. Menurut Nixon, untuk memenuhi target menjadi bank syariah terbesar kedua setelah Bank Syariah Indonesia atau BSI, BTN akan memberi suntikan modal awal hingga Rp 6 triliun untuk BTN Syariah. 

Dana tersebut berasal dari dana akuisisi PT Bank Victoria Syariah (BVIS) sebesar Rp 1,5 triliun, dan nilai ekuitas awal UUS Syariah sekitar Rp 3,5 triliun.  Adapun kekurangan Rp 1 triliun lainnya akan disuntikkan dalam penyertaan modal oleh BTN.  Meski begitu, Nixon belum bisa menjelaskan berapa banyak saham yang akan diterbitkan perusahaan sebagai bagian dari penyertaan modal yang dilakukan.  

“Jumlah lembarnya nanti kita coba bicarakan dengan tim legal dan notaris. Tapi dalam rupiahnya kurang lebih Rp 6 triliun,” ujar Nixon ketika ditemui usai acara penandatangan akta jual beli dan pengambilalihan Bank Victoria di Menara BTN, Kamis (5/6).  

Nixon mengatakan, tidak tertutup kemungkinan perusahaan akan melakukan right issue atau hak memesan efek terlebih dahulu (HMETD). Aksi korporasi ini dilakukan untuk penambahan modal senilai Rp 1 triliun yang akan disuntikkan pada BTN Syariah.

Right issue adalah penawaran saham baru yang diberikan oleh perusahaan kepada pemegang saham lama dengan harga dan jumlah tertentu. Tujuannya untuk mengumpulkan dana tambahan agar saat berdiri BTN Syariah sudah memenuhi ketentuan bank kategori Buku 2 yang disyaratkan Otoritas Jasa Keuangan.  

“Untuk memenuhi kategori BUKU 2 dan Capital Adequacy Ratio (CAR)-nya kita buat mirip dengan kondisi BTN hari ini, yaitu sekitar 18-19%, sehingga bank baru ini nantinya bisa langsung ekspansi,” ujar Nixon. 

Direktur Utama Bank Victoria Syariah Dery Jauhari akan melaksanakan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) pada Agustus tahun ini.

 “RUPSLB inilah yang nanti akan mengantarkan pada proses spin-off tersebut. Jadi ini merupakan tonggak dimana proses spin-off itu akan terjadi,” terang Dery.

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

Reporter: Nur Hana Putri Nabila