IHSG Diproyeksi Naik, Analis Jagokan Saham ADMR, BKSL. EXCL, ERAA

ANTARA FOTO/Bayu Pratama S/nz
Layar digital menampilkan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Kamis (27/3/2025).Pada penutupan perdagangan sebelum memasuki libur Idul Fitri 1446 H, IHSG ditutup di zona hijau naik sebesar 38,26 poin ke level 6.510,62 atau naik 0,59 persen.
20/8/2025, 06.19 WIB

Indeks Harga Saham Gabungan atau IHSG diproyeksi naik pada perdagangan saham hari ini, Rabu (20/8). Sebelumnya, IHSG ditutup turun 0,45% ke 7,862 pada Selasa (19/8) kemarin.

Menurut analis MNC Sekuritas Indonesia, Herditya Wicaksana, pergerakan IHSG masih disertai dengan tekanan jual oleh investor. MNC Sekuritas memperkirakan, masih terdapat ruang IHSG menguat ke arah level 8.025–8.102. 

“Namun demikian waspada akan adanya koreksi jangka pendek ke rentang 7.815–7.831,” tulis Herditya dalam risetnya, Rabu (20/8). 

MNC Sekuritas menyebut level support IHSG berada di 7.800 dan 7.680. Sedangkan level resistance-nya di 8.008 dan 8.103

Support merupakan area harga saham tertentu yang diyakini sebagai titik terendah pada satu waktu. Saat menyentuh support, harga umumnya akan kembali naik karena daya beli saham naik. 

Sedangkan resistance merupakan tingkat harga saham tertentu yang dinilai sebagai titik tertinggi. Setelah saham menyentuh level ini, biasanya akan ada aksi jual cukup besar hingga laju kenaikan harga tertahan.

MNC Sekuritas merekomendasikan beberapa saham untuk dipantau, misalnya:

  • PT Adaro Minerals Indonesia Tbk (ADMR) speculative buy pada kisaran Rp 990–Rp 1.010 dengan target harga Rp 1.025 dan Rp 1.040, serta stoploss di bawah Rp 975.
  • PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) juga buy on weakness di kisaran Rp 3.930–Rp 4.040 dengan target harga Rp 4.160 dan Rp 4.210, serta batas stoploss di bawah Rp 3.900.
  • PT Sentul City Tbk (BKSL) speculative buy pada kisaran Rp 147–Rp 148 dengan target kenaikan menuju Rp 161 dan Rp 175, serta stoploss di bawah Rp 146.
  • PT Erajaya Swasembada Tbk (ERAA) buy on weakness di kisaran Rp 434–Rp 448 dengan target harga Rp 470 dan Rp 494, serta stoploss di bawah Rp 418.

Senada, analis BinaArtha Sekuritas Ivan Rosanova juga memproyeksikan bahwa tren naik IHSG masih cukup kuat selama IHSG tidak turun di bawah 7.739.

“Oleh karena itu, koreksi saat ini masih dalam taraf wajar dan memungkinkan kelanjutan tren bullish,” tulis Ivan dalam risetnya, Rabu (20/8). 

 Level support IHSG berada di 7.853, 7.739, 7.660 dan 7.559, sementara level resistennya di 7.931, 8.025, 8.102 dan 8.182. 

 “Indikator MACD menunjukkan adanya momentum bullish (naik),” ungkap Ivan.

 MACD (Moving Average Convergence Divergence) adalah indikator yang digunakan untuk mengukur kekuatan dan arah tren harga saham. 

BinaArtha Sekuritas merekomendasikan saham PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk (AMRT), PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk (CPIN), PT XLSMART Telecom Sejahtera Tbk  (EXCL), PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk (ICBP), dan PT United Tractors Tbk (UNTR).

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

Reporter: Nur Hana Putri Nabila