Emiten Dekapan Lo Kheng Hong ANJT Tender Offer Harga Premium, Intip Prospeknya
First Resources Limited bakal melakukan penawaran tender atau tender offer emiten sawit PT Austindo Nusantara Jaya Tbk (ANJT) di Rp 1.813 per saham. Adapun total nilai Penawaran Tender Wajib mencapai sekitar Rp 376,46 miliar.
Merujuk data perdagangan di Bursa Efek Indonesia, harga tender offer yang dipatok merupakan harga premium dibanding harga perdagangan ANJT. Saat ini harga saham ANJT berada di rentang Rp 1.780–1.785 per saham.
Melalui aksi korporasi tersebut, First Resources Limited mengambil alih ANJT dengan membeli 3,05 miliar saham atau setara 91,17% kepemilikan dari PT Austindo Kencana Jaya, PT Memimpin Dengan Nurani, Sjakon George Tahija, dan George Santosa Tahija pada 6 Mei 2025. Dalam proses ini, ANJT menunjuk PT BCA Sekuritas sebagai perusahaan efek.
Sesuai Peraturan OJK (POJK) No. 9/2018, setelah pengambilalihan tersebut, First Resources sebagai pengendali baru diwajibkan melakukan Penawaran Tender Wajib terhadap maksimal 207,64 juta saham atau sekitar 6,19% dari modal ditempatkan dan disetor penuh Perseroan.
Adapun periode penawaran tender wajib berlangsung pada 26 Agustus–24 September 2025, dengan jadwal pembayaran pada 3 Oktober 2025.
“Pengendali baru dengan ini menyatakan memiliki dana yang cukup untuk melakukan penyelesaian dan pembayaran sehubungan dengan penawaran tender wajib ini,” tulis manajemen ANJT dalam keterbukaan informasi BEI, Senin (25/8).
ANJT merupakan salah salah satu satu saham dalam portofolio investor senior Lo Kheng Hong. Merujuk data BEI, per 31 Desember 2024, Lo Kheng Hong tercatat sebagai pemegang saham publik ANJT dengan kepemilikan 45.090.300 atau setara 1,34% saham. Meski begitu, belum ada pengumuman resmi ihwal kepemilikan Lo saat ini.
Rencana Usai Tender Offer
First Resources Limited sebagai pengendali baru ANJT berencana memperluas perkebunan kelapa sawit dan meningkatkan ketersediaan bahan baku untuk mendukung operasi hilir yang tengah berkembang.
Akuisisi ini menjadi bagian dari strategi integrasi vertikal dalam grup usaha, di mana Perseroan diharapkan berperan penting sebagai penyedia utama bahan baku untuk segmen hilir.
Demi memperkuat posisi strategis Perseroan, pengendali baru menyiapkan sejumlah langkah di antaranya:
- Memperluas area perkebunan kelapa sawit melalui penjajakan akuisisi.
- Melakukan peremajaan tanaman tidak produktif dengan benih unggul untuk meningkatkan hasil tandan buah segar (TBS) per hektare sekaligus memperpanjang siklus produktif kebun.
- Meningkatkan infrastruktur dan logistik perkebunan, termasuk optimalisasi jalur distribusi internal dari kebun ke pabrik pengolahan dan pengembangan fasilitas pendukung.
- Melakukan integrasi operasional dengan fasilitas pengolahan di segmen hilir milik grup melalui sinkronisasi jadwal panen dan pengiriman bahan baku agar kontinuitas pasokan terjaga dan efisiensi biaya tercapai
“Dengan pelaksanaan rencana tersebut, Pengendali Baru bertujuan untuk mendorong pertumbuhan operasional ANJT secara menyeluruh dan meningkatkan daya saing dan menciptakan nilai jangka panjang bagi pemegang saham melalui efisiensi dan kesinambungan pasokan dalam satu ekosistem usaha yang terintegrasi,” ucap manajemen.