IHSG Berpotensi Menguat, Analis Jagokan Saham BKSL, LSIP hingga PGEO

ANTARA FOTO/Fauzan/rwa.
Layar digital menampilkan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Kamis (26/6/2025). PT Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatat sepanjang tahun 2025, sebanyak 14 perusahaan mecatatkan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) dengan dana terhimpun melalui aksi Initial Public Offering (IPO) mencapai Rp7,01 triliun.
27/8/2025, 06.09 WIB

Indeks Harga Saham Gabungan atau IHSG diproyeksikan naik pada perdagangan saham hari ini, Rabu (27/8). Analis merekomendasikan saham PT Sentul City Tbk (BKSL), PT Perusahaan Perkebunan London Sumatra Indonesia Tbk (LSIP) hingga PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGEO).

Analis Mirae Asset Sekuritas Nafan Aji Gusta Utama mengatakan, secara teknikal IHSG masih dalam fase kondisi bullish dan berada dalam area expanding diagonal yang menandakan volatilitas harga akan meningkat.

“Berdasarkan indikator stochastic K_D dan RSI menunjukkan sinyal positif, didukung kenaikan volume,” kata Nafan dalam risetnya dikutip Rabu (27/8)

Secara umum, data-data ekonomi Amerika Serikat lebih baik daripada perkiraan sehingga membuat optimisme penurunan suku bunga Bank Sentral AS (The Fed) pada September terbuka lebar.

Menurutnya, Morgan Stanley memperkirakan FOMC akan memangkas suku bunga acuan sebesar 25 basis poin (bps) pada September, diikuti pemangkasan 25 bps setiap kuartal hingga mencapai 2,75–3% pada akhir 2026.

Dari pasar domestik, Bank Indonesia memberi sinyal bahwa siklus penurunan suku bunga masih akan berlanjut. Menurut Nafan, hal ini menjadi angin segar bagi sektor-sektor sensitif suku bunga, seperti perbankan dan properti.

Di sisi lain, Indonesia memenangkan sengketa bea imbalan impor biodiesel dengan Uni Eropa di Organisasi Perdagangan Dunia (WTO). Menurutnya, kemenangan ini akan menjadi katalis positif bagi ekspor minyak kelapa sawit mentah (CPO) ke pasar Uni Eropa.

Level support IHSG berada di 7.800 dan 7.733. Sementara level resistance terdekat berada di 7.953 dan 8.017.

Support merupakan area harga saham tertentu yang diyakini sebagai titik terendah pada satu waktu. Saat menyentuh support, harga umumnya akan kembali naik karena peningkatan pembelian.

Sedangkan resistance adalah tingkat harga saham tertentu yang dinilai sebagai titik tertinggi. Setelah saham menyentuh level ini, biasanya akan ada aksi jual cukup besar sehingga laju kenaikan harga tertahan.

Mirae Asset Sekuritas memberikan rekomendasi saham-saham yang layak dikoleksi pada perdagangan hari ini, yaitu:

  • PT Sentul City Tbk (BKSL), beli di harga Rp 142-148 dengan target harga terdekat di Rp 149, 154 dan 162 
  • PT Perusahaan Perkebunan London Sumatra Indonesia Tbk (LSIP), beli di harga Rp 1.185-1.225 dengan target harga terdekat di Rp 1.420, 1445 dan 1.530 
  • PT Pabrik Kertas Tjiwi Kimia Tbk (TKIM), beli di harga Rp 7.075-7.275 dengan target harga terdekat di Rp 7.325, 7.450 dan 7.775.

Di sisi lain, analis Phintraco Sekuritas menyatakan bahwa secara teknikal, indikator MACD mengalami death cross disertai meningkatnya volume jual. Sementara itu, indikator stochastic RSI bergerak di area pivot. Oleh karena itu, Phintraco Sekuritas memperkirakan koreksi IHSG dalam jangka pendek masih berpeluang berlanjut, menguji level support di 7.800–7.850.

MACD atau Moving Average Convergence Divergence adalah indikator yang digunakan untuk mengukur kekuatan dan arah tren harga saham. Garis MACD yang terus menanjak menunjukkan tren naik alias positive slope berlanjut dan momentum beli tetap kuat.

Di pasar global, Jerman akan merilis indikator tingkat kepercayaan konsumen (GFK Consumer Confidence) untuk September, yang diperkirakan stabil di level -21,5, setelah pada bulan sebelumnya turun akibat meningkatnya pesimisme masyarakat di tengah ketidakpastian ekonomi. Sementara itu, dari AS akan dirilis data cadangan minyak pekan lalu, setelah pekan sebelumnya mengalami penurunan sebesar 6,01 juta barel.

Phintraco Sekuritas kemudian merekomendasikan beberapa saham yang patut dicermati pada perdagangan hari ini, yakni:

  • PT Adaro Andalan Indonesia Tbk (AADI)
  • PT Rukun Raharja Tbk (RAJA)
  • PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGEO)
  • PT TBS Energi Utama Tbk (TOBA)
  • PT Indofood Sukses Makmur Tbk (INDF).

Sebelumnya, IHSG ditutup turun sebanyak 21,15 poin atau 0,27% ke level 7.905 pada perdagangan Selasa (26/8). Data perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI) menunjukkan nilai transaksi saham mencapai Rp 43,07 triliun dengan volume 57,05 miliar saham dan frekuensi sebanyak 2,36 juta kali. Sebanyak 266 saham menguat, 393 saham terkoreksi, dan 145 saham tidak bergerak. Adapun kapitalisasi pasar IHSG mencapai Rp 14.257 triliun. 

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

Reporter: Karunia Putri