Wall Street Menguat, S&P 500 Catat Rekor Jelang Laporan Keuangan Nvidia

NYSE
Bursa efek New York atau Wall Street
28/8/2025, 05.56 WIB

Indeks saham Wall Street di Amerika Serikat ditutup naik pada perdagangan Rabu (27/8) waktu setempat. Kenaikan ditopang oleh indeks S&P 500 yang menembus rekor penutupan tertinggi menjelang rilis kinerja kuartalan Nvidia. Rilis laporan keuangan Nvidia merupakan peristiwa yang ditunggu pasar pekan ini.

Hasil laporan tersebut dinilai akan menguji reli saham yang selama ini mendorong valuasi perusahaan terkait kecerdasan buatan (AI) ke level yang dianggap terlalu tinggi oleh sebagian investor.

Indeks S&P 500 naik 0,24% ke level 6.481,40 poin, Nasdaq Composite naik 0,21% menjadi 21.590,14 dan Dow Jones Industrial Average bertambah 0,32% ke 45.565,23. 

Dari 11 sektor dalam S&P 500, delapan sektor menguat, dipimpin sektor energi dengan kenaikan 1,15% dan teknologi informasi naik 0,48%.

Sebagai perusahaan pemasok utama AI di dunia, Nvidia sempat berfluktuasi sebelum ditutup melemah tipis 0,1% menjelang laporan keuangan yang dirilis setelah bursa tutup. Dengan porsi sekitar 8% dalam S&P 500, kinerja Nvidia berpengaruh pada jutaan investor Amerika yang menabung melalui dana indeks untuk pensiun.

“Nvidia akan menghasilkan pertumbuhan pendapatan yang sangat besar selama sembilan bulan ke depan, meski basis pendapatannya sudah tinggi,” ujar Manajer Portofolio Argent Capital Jed Ellerbroek dikutip dari Reuters, Kamis (28/8). 

Ia menambahkan, investor perlu bersiap menghadapi kemungkinan Nvidia memiliki bobot dua digit dalam indeks S&P 500.

Pergerakan saham teknologi besar lainnya cenderung beragam. Microsoft naik hampir 1%, sementara Meta Platforms turun mendekati 1%. Antusiasme terhadap saham berbasis AI telah mengerek valuasi, dengan rasio harga terhadap laba (P/E ratio) S&P 500 kini di atas 22 kali ekspektasi. 

Level tersebut merupakan level tertinggi dalam empat tahun menurut LSEG. Namun, kekhawatiran soal reli berlebihan muncul setelah CEO OpenAI Sam Altman memperingatkan potensi terjadinya gelembung AI.

Antisipasi Dampak Perang Dagang AS-Cina

Opsi perdagangan Nvidia saat ini mengindikasikan potensi pergerakan harga sekitar 6% ke dua arah setelah laporan keuangan. Investor juga mencermati dampak perang dagang AS–Cina terhadap bisnis Nvidia di pasar Cina serta implikasi dari kesepakatan pembagian pendapatan terbaru dengan pemerintah AS.

Selain Nvidia, pasar turut menyoroti dinamika politik moneter AS. Presiden Donald Trump berupaya memecat Gubernur The Fed Lisa Cook. Jika berhasil, Trump berpotensi menempatkan kandidat yang sejalan dengan kebijakannya, sehingga independensi bank sentral terancam.

Menurut data LSEG, pelaku pasar memperkirakan The Fed akan memangkas suku bunga sebesar 25 basis poin pada September. Presiden The Fed New York John Williams memperkirakan kemungkinan penurunan suku bunga tetap ada, meski keputusan akhir bergantung pada data ekonomi terbaru.

Dari sisi korporasi, saham MongoDB melonjak 38% setelah menaikkan proyeksi laba tahunannya. Sebaliknya, saham JM Smucker turun 4,4% karena gagal memenuhi estimasi laba kuartal pertama.

Secara keseluruhan, jumlah saham yang menguat di S&P 500 melampaui yang melemah dengan rasio 2,2:1. Indeks ini juga mencatat 28 rekor tertinggi baru dan 1 terendah, sedangkan Nasdaq mencatat 127 rekor tertinggi baru dan 35 terendah. 

Volume perdagangan saham di bursa AS relatif ringan, yakni 14 miliar lembar, lebih rendah dibanding rata-rata 16,9 miliar dalam 20 sesi terakhir.

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

Reporter: Karunia Putri