Laba Bersih Chandra Daya (CDIA) Meroket 330% Semester I 2025, Apa Penopangnya?

PT Chandra Daya Investasi Tbk (CDIA)
PT Chandra Daya Investasi Tbk (CDIA)
Penulis: Karunia Putri
16/9/2025, 10.57 WIB

Kinerja anak usaha PT Chandra Asri Pacific Tbk milik konglomerat Tanah Air Prajogo Pangestu, PT Chandra Daya Investasi Tbk (CDIA) moncer di semester I 2025. Berdasarkan laporan terbaru CDIA membukukan laba bersih yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar US$ 67,84 juta atau setara dengan Rp 1,10 triliun sepanjang semester pertama 2025.

Capaian tersebut meningkat 330,18% dibandingkan perolehan laba bersih perseroan pada semester pertama tahun sebelumnya sebesar US$ 15,77 juta. Merujuk laporan keuangan, kenaikan laba tersebut salah satunya terjadi akibat lonjakan pendapatan CDIA sepanjang enam bulan pertama tahun ini. 

Pendapatan CDIA naik menjadi US$ 66,87 juta dari US$ 47,11 juta dalam periode yang sama secara tahunan. Hampir seluruh segmen pendapatan CDIA mengalami kenaikan sepanjang semester I 2025. 

Pendapatan perseroan diperoleh dari segmen penjualan daya listrik dan jasa kelistrikan lainnya sebesar US$ 44,01 juta dari US$ 39,47 juta, penjualan bahan bakar sebesar US$ 5,04 juta dari US$ 5,59 juta, jasa sewa kapal sebesar US$ 14,95 juta dari US$ 86,92 ribu dan sewa tangki dan dermaga sebesar US$ 2,76 juta dari US$ 1,95 juta.

Seiring dengan kenaikan pendapatan, beban pokok pendapatan CDIA juga menebal menjadi US$ 47,76 juta dari US$ 42,59 juta secara tahunan atau year on year (yoy).

Adapun CDIA resmi mencatatkan saham perdana atau initial public offering (IPO) di Bursa Efek Indonesia pada Rabu (9/7) lalu. Harga sahamnya dibuka menembus batas atas atau Auto Reject Atas (ARA). CDIA mencatatkan kelebihan permintaan (oversubscription) hingga 563,64 kali dengan total partisipasi 400.126 investor sepanjang masa penawaran.

Berdasarkan prospektus IPO CDIA, perusahaan akan mengalokasikan dana hasil IPO untuk mendukung pengembangan bisnis logistik dan pelabuhan. 

Setelah dikurangi biaya emisi saham, dana IPO sebesar sekitar Rp 871,75 miliar akan digunakan sebagai penyetoran modal kepada dua entitas anak usaha di bidang logistik, yakni PT Chandra Shipping International (CSI) dan PT Marina Indah Maritim (MIM).  

Dana tersebut nantinya akan digunakan untuk pembelian kapal dan pembiayaan operasional. CSI juga akan menyalurkan sebagian dana tersebut kepada Chandra Maritime International Pte. Ltd. (CMI) guna tujuan serupa. 

Selain itu, sekitar Rp 1,5 triliun akan dialokasikan untuk penyetoran modal kepada PT Chandra Samudera Port (CSP), anak usaha di sektor pelabuhan dan penyimpanan.  Seluruh dana ini kemudian akan diteruskan kepada PT Chandra Cilegon Port (CCP) untuk pembangunan tangki penyimpanan, pipa saluran ethylene, serta berbagai fasilitas pendukung lainnya. 

Perseroan menyatakan apabila dana hasil IPO tidak mencukupi, pembiayaan tambahan akan dipenuhi dari kas internal atau sumber pendanaan lainnya.

Adapun hari ini, saham CDIA naik 0,66% atau 10 poin ke level 1.530 pada perdagangan pukul 09.53 WIB secara intra day. Pada perdagangan kemarin, saham CDIA ditutup naik 9,75% atau 135 poin. Sejak IPO, sahamnya telah melesat 497,65% dari harga Rp 256 sejak melantai di bursa 9 Juli lalu.




Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

Reporter: Karunia Putri