Prediksi IHSG Jelang Pengumuman Suku Bunga BI, TOBA hingga ANTM Jadi Rekomendasi

Katadata/Fauza Syahputra
Wartawan berada di dekat layar yang menampilkan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Senin (1/9/2025). Indeks Harga Saham Gabungan atau IHSG dibuka rontok dan sempat turun hingga 3,28% ke 7.547 pada perdagangan saham awal bulan ini.
17/9/2025, 06.22 WIB

Gerak Indeks Harga Saham Gabungan atau IHSG akan dibayangi pengumuman suku bunga Bank Indonesia (BI) siang ini, Rabu (17/9).  Sebelumnya, IHSG ditutup di zona hijau dengan naik ke 7.957 atau 0,26% pada Selasa (16/9).

Riset Phintraco Sekuritas mengatakan konsensus memperkirakan BI akan mempertahankan suku bunga acuan di level 5%, setelah bulan lalu secara mengejutkan memangkas sebesar 25 bps dari 5,25% menjadi 5%. 

Selain itu, pasar juga menunggu rilis data pertumbuhan kredit Agustus 2025 yang diproyeksikan meningkat menjadi 7,25% dari 7,03% pada bulan sebelumnya.

“Sehingga diperkirakan IHSG berpeluang bergerak pada kisaran 7.850-8020,” tulis Phintraco dalam risetnya, Rabu (16/9).

Phintraco Sekuritas mencatat level resistance IHSG berada di 8.020, pivot di 7.950, dan support di 7.885. Phintraco merekomendasikan saham PT Aneka Tambang Tbk (ANTM), PT Medco Energi Internasional Tbk (MEDC), PT AKR Corporindo Tbk (AKRA), PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR), dan PT TBS Energi Utama Tbk (TOBA).

Berpeluang Menguat Lagi

Analis MNC Sekuritas Indonesia, Herditya Wicaksana, menilai pergerakan IHSG disertai dengan munculnya tekanan jual. Namun demikian, masih ada peluang IHSG menguat kembali.

“IHSG berpeluang menguat kembali ke area 7.983–8.001,” tulis Herditya dalam risetnya, Rabu (17/9). 

 Adapun level support IHSG berada di 7.848 dan 7.619. Sementara resistance terdekat berada di 7.971 dan 8.022.

 Support merupakan area harga saham tertentu yang diyakini sebagai titik terendah pada satu waktu. Saat menyentuh support, harga umumnya akan kembali naik karena daya beli saham naik.  

Sedangkan resistance merupakan tingkat harga saham tertentu yang dinilai sebagai titik tertinggi. Setelah saham menyentuh level ini, biasanya akan ada aksi jual cukup besar hingga laju kenaikan harga tertahan.

MNC Sekuritas merekomendasikan buy on weakness saham PT Astra International Tbk (ASII) dengan area beli di kisaran Rp 5.475–Rp 5.625. ASII target harga di Rp 5.725 hingga Rp 5.900 dan stoploss jika harga turun di bawah Rp 5.350.

Lalu buy on weakness PT Blue Bird Tbk (BIRD) di level Rp 1.780–Rp 1.800 dengan target harga di Rp 1.850 hingga Rp 1.890, sementara stoploss disarankan ditempatkan di bawah Rp 1.775.

Analis merekomendasikan speculative buy saham PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BRIS)  dengan kisaran beli di Rp 2.590–Rp 2.620. Saham ini berpotensi menguat dengan target harga Rp 2.710 hingga Rp 2.790, dengan batas stoploss di bawah Rp2.550.

PT Darma Henwa Tbk (DEWA) direkomendasikan buy on weakness dengan level entry di Rp 218–Rp 224. Target kenaikan harga diproyeksikan ke Rp 242 hingga Rp 252, sedangkan batas stoploss disarankan di bawah Rp 214.

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

Reporter: Nur Hana Putri Nabila