Emiten Prajogo PTRO dan TPIA Perluas Bisnis ke Luar Negeri, Ini Target Sahamnya

Katadata/Fauza Syahputra
Ilustrasi.
Penulis: Karunia Putri
Editor: Agustiyanti
15/10/2025, 05.45 WIB

Dua emiten terafiliasi konglomerat Prajogo Pangestu memperluas ekspansi bisnisnya di luar negeri. PT Petrosea Tbk (PTRO) bekerja sama dengan perusahaan tambang emas raksasa di Pakistan, sedangkan PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) juga resmi mencaplok perusahaan Singapura, Hiap Seng Industries.

Head of Research Korea Investment and Sekuritas Indonesia Muhammad Wafi mengatakan, ekspansi global yang dilakukan dua emiten Prajogo menjadi langkah strategis untuk memperkuat diversifikasi bisnis sekaligus posisi Grup Barito di level internasional.

“Dari sisi fundamental, aksi ini bisa perkuat revenue base, efisiensi rantai pasok dan buka peluang sinergi lintas entitas grup,” kata Wafi kepada Katadata.co.id pada Selasa (14/10).

Wafi menjelaskan, langkah diversifikasi usaha lintas negara ini mampu mendongkrak harga saham emiten Prajogo. Menurut dia, aksi ini akan berdampak cenderung positif dalam jangka menengah terhadap saham Prajogo.

“Karena pasar melihat Prajogo bukan cuma ekspansi agresif tapi juga selektif dan sinergis antar anak usaha,” kata dia. 

Kendati demikian, ia mengingatkan investor untuk tetap berhati-hati dalam jangka pendek. Ekspansi bisnis lintas negara juga membawa risiko tambahan seperti ketidakpastian geopolitik, perbedaan regulasi, hingga pembiayaan proyek yang lebih besar. 

“Ekspansi global kasih exposure baru ke pasar yg lebih luas dan stabilkan kinerja saat permintaan domestik fluktuatif. Ruginya, proses integrasi dan adaptasi pasar bisa makan waktu dan butuh biaya besar, jadi margin bisa volatile di awal,” ujarnya.

Wafi merekomendasikan agar investor PTRO menahan aksi beli maupun jual dengan target harga Rp5.500 per saham. Sedangkan untuk saham TPIA, ia menyarankan agar mengkoleksi dengan target harga Rp9.500 per saham.

Sementara itu, Samuel Sekuritas Indonesia menetapkan level support PTRO sebesar Rp 6.667 dan 6.858 dan resistance Rp 7.283 dan 7.517 dengan pivot di level 7.092.

Support merupakan area harga saham tertentu yang diyakini sebagai titik terendah pada satu waktu. Saat menyentuh support, harga umumnya akan kembali naik karena daya beli saham naik. 

Sedangkan resistance merupakan tingkat harga saham tertentu yang dinilai sebagai titik tertinggi. Setelah saham menyentuh level ini, biasanya akan ada aksi jual cukup besar hingga laju kenaikan harga tertahan.

Petrosea dan Anak Usaha Dirikan Anak Usaha Tambang Emas di Pakistan

Petrosea bersama anak usahanya, Petrosea Solutions Pakistan (Private) Limited sebelumnya telah menandatangani perjanjian pelaksanaan awal atau Limited Notice to Proceed dengan Reko Diq Mining Company (Private) Limited, perusahaan tambang emas dan tembaga terbesar di Pakistan.

Perjanjian tersebut mencakup layanan Engineering, Procurement & Construction (EPC) dengan nilai kontrak mencapai US$ 26,2 juta atau sekitar Rp432 miliar. Target penyelesaian proyek ini sekitar 10 bulan.

Petrosea Solutions Pakistan merupakan perusahaan baru hasil kolaborasi PTRO dan anak usahanya, Petrosea Services Solutions Pte. Ltd. Perusahaan ini berbasis di Karachi dan telah mendapatkan izin dari Securities & Exchange Commission of Pakistan. Mayoritas sahamnya, sebesar 99%, dimiliki oleh Petrosea Services Solutions Pte. Ltd., sedangkan PTRO menggenggam 1% sisanya.

“Penandatanganan perjanjian ini merepresentasikan ekspansi bisnis Petrosea di lini jasa EPC sekaligus perluasan basis klien ke luar Indonesia, guna memastikan pertumbuhan yang terdiversifikasi dan berkelanjutan,” kata Presiden Direktur Petrosea, Michael dalam keterbukaan informasi di BEI, Rabu (8/10).

Chandra Asri (TPIA) Akuisisi Saham Hiap Seng Industries Limited di Singapura

Di sisi lain, Chandra Asri  pada Juli 2025 mengakuisisi 11,9% saham perusahaan asal Singapura, Hiap Seng Industries Limited, yang bergerak di bidang teknik mekanik, fabrikasi, konstruksi, dan pemeliharaan untuk sektor energi dan industri. Perusahaan ini telah beroperasi selama lebih dari 70 tahun.

Selain itu, TPIA juga meluncurkan Aster Engineering Services Pte Ltd, entitas baru yang berfokus pada layanan teknik multidisiplin serta pemeliharaan pabrik di sektor minyak dan gas, petrokimia, serta terminal minyak dan kimia di kawasan Asia Tenggara.

Aster Engineering Services didirikan oleh Aster Chemicals and Energy Pte. Ltd. (Aster), anak usaha dari CAPGC Pte. Ltd., yang merupakan perusahaan patungan antara Chandra Asri Capital Pte. Ltd. dan Glencore Asian Holdings Pte. Ltd.

Langkah ini sekaligus memperkuat operasional kilang terintegrasi Aster di Pulau Bukom serta aset kimia hilir di Pulau Jurong. Ke depan, Aster Engineering Services berencana menjalin kemitraan strategis dengan Hiap Seng untuk memanfaatkan keunggulan teknis dan memperluas cakupan layanan, guna menciptakan nilai tambah yang lebih besar.

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

Reporter: Karunia Putri