Laba Emiten Prajogo BRPT Meroket 2.055% jadi Rp9,7 T Kuartal 3, Apa Penopangnya?

Barito Pacific
PT Barito Pacific Tbk (BRPT)
Penulis: Karunia Putri
31/10/2025, 19.08 WIB

Emiten milik konglomerat nomor satu Indonesia Prajogo Pangestu yakni PT Barito Pacific Tbk (BRPT) membukukan kinerja keuangan cemerlang sepanjang Januari–September 2025. Perseroan mencatat laba bersih sebesar US$ 582 juta atau setara Rp 9,71 triliun.

Capaian laba BRPT itu meroket 2.055% dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar US$ 27 juta. Kinerja moncer ditopang lonjakan pendapatan yang mencapai US$ 5,56 miliar, naik 231,8% secara tahunan atau year on year (yoy) dari US$ 1,67 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Kontributor utama berasal dari segmen petrokimia yang mencatat pertumbuhan 314,1% menjadi US$ 5,10 miliar dari sebelumnya US$ 1,23 miliar. Pendapatan dari segmen energi juga meningkat 3,6% menjadi US$ 457 juta, sementara pendapatan lainnya stabil di US$ 4 juta.

Direktur Utama BRPT Agus Pangestu mengatakan, sembilan bulan pertama tahun ini menjadi periode pertumbuhan luar biasa bagi perseroan. “Pencapaian ini mencerminkan komitmen kami terhadap keunggulan operasional, optimalisasi portofolio, serta pengelolaan modal yang disiplin,” ujarnya dalam keterangan resmi, Jumat (31/10).

Agus menjelaskan, kinerja solid BRPT tak lepas dari dampak positif akuisisi Aster Chemicals and Energy Pte. Ltd. (ACE) di awal tahun yang memperkuat portofolio dan basis pendapatan grup. Selain itu, Barito Renewables turut berkontribusi dengan menjaga stabilitas produksi panas bumi, meningkatkan pembangkitan tenaga angin, serta memperkuat efisiensi melalui pengelolaan biaya yang ketat.

Sepanjang 2025, Barito Pacific mencatat berbagai kemajuan strategis di seluruh portofolio usaha. Melalui Chandra Asri Group (CAP), perusahaan memperluas kehadiran regional lewat akuisisi jaringan SPBU Esso milik ExxonMobil di Singapura, memperkuat visi membangun platform energi terintegrasi di Asia Tenggara pasca-akuisisi ACE.

Di sektor kimia, pembangunan pabrik Chlor-Alkali dan Ethylene Dichloride (CA-EDC) di Cilegon telah mencapai 33% penyelesaian, menjadi tonggak penting menuju kemandirian industri kimia nasional. Grup juga memperkuat infrastruktur dan logistik melalui ekspansi CDI Group, sementara Barito Renewables menuntaskan proyek retrofit dan Binary Salak sebesar 24,3 MW sebagai bagian dari target menuju kapasitas energi terbarukan 2,3 GW pada 2032.

“Ke depan, Barito Pacific tetap teguh pada perjalanan transformasinya sebuah perjalanan yang ditandai oleh inovasi, ketangguhan dan pertumbuhan yang disiplin,” kata Agus.




Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

Reporter: Karunia Putri