Target Baru Harga Saham Aguan PANI-CBDK Jelang Right Issue, Simak Prospeknya

ANTARA FOTO/Putra M. Akbar/bar
Pengendara mobil melintasi Tol Kamal-Teluknaga-Rajeg (Kataraja) di Kosambi, Kabupaten Tangerang, Banten, Kamis (9/10/2025).
7/11/2025, 07.23 WIB

Duo miten kongsi Sugianto Kusuma atau Aguan dan Grup Salim membukukan kinerja keuangan moncer hingga kuartal ketiga 2025. Mereka adalah PT Pantai Indah Kapuk Dua Tbk (PANI) atau PIK 2 dan anak usahanya, PT Bangun Kosambi Sukses Tbk (CBDK). 

Laba bersih PANI terpantau melonjak 62,21% secara tahunan menjadi Rp 791,3 miliar, sedangkan laba CBDK melonjak 88,63% menjadi Rp 1,31 triliun. Sucor Sekuritas menyampaikan laba PANI sepanjang Januari–September 2025 sudah menembus 139% dari estimasi internal dan 124% di atas konsensus. 

Dari torehan itu, Sucor Sekuritas merevisi naik proyeksi laba full year 2025 hingga 78% menjadi Rp 1 triliun, dari sebelumnya Rp 571 miliar. Dengan revisi tersebut, capaian laba hingga kuartal ketiga 2025 telah merefleksikan sekitar 78% dari target baru tersebut.

“Kami kini memperkirakan pendapatan 2025F akan melonjak menjadi Rp 3,9 triliun, dengan CAGR yang kuat sebesar +38% hingga 2028F,” tulis Stockbit Sekuritas dalam risetnya, dikutip Jumat (7/11). 

Lebih lanjut, Analis Sucor Sekuritas, Cheryl Jennifer Wang, mencatat PANI membukukan marketing sales yang solid pada kuartal kuartal 2025 sebesar Rp 1,98 triliun, tumbuh 44% secara tahunan dan melonjak 184% dibanding kuartal sebelumnya. 

Kinerja ini didorong oleh kenaikan yang solid di seluruh segmen penjualan. Secara rinci, penjualan segmen perumahan tercatat sebesar Rp 826 miliar, naik 7% dibandingkan tahun lalu dan meningkat 234% secara kuartalan. Lalu penjualan produk komersial melonjak signifikan menjadi Rp 685 miliar, atau tumbuh 236% yoy dan 197% qoq. Adapun penjualan lahan komersial meningkat menjadi Rp 469 miliar, naik 17% yoy dan 113% qoq.

Secara kumulatif, penjualan pemasaran PANI sepanjang sembilan bulan pertama 2025 mencapai Rp 3,15 triliun, atau sekitar 73% dari target revisi sebesar Rp 4,3 triliun.

“Kami memperkirakan momentum yang lebih kuat pada 4Q25, didukung oleh beroperasinya NICE Convention Center dan Jalan Tol Kataraja, yang akan semakin meningkatkan lalu lintas dan kunjungan ke PIK2,” tulis Cheryl.

Right Issue PANI

Seiring dengan moncernya kinerja usaha, PANI bakal menggelar Right Issue III dengan cum date 25 November 2025. Perseroan akan melepas hingga 1,12 miliar saham baru di harga Rp 15.000 per saham dan berpotensi meraup sekitar Rp 16,7 triliun. 

Dana ini bakal dipakai untuk menambah porsi kepemilikan di PT Bangun Kosambi Sukses Tbk (CBDK) hingga 44,1%. Sucor Sekuritas menyebut harga rights Rp 15.000 juga menarik karena masih di atas level pasar saat ini sekitar Rp 14.200, menunjukkan kepercayaan manajemen terhadap nilai dan prospek pertumbuhan PANI.

Sucor Sekuritas juga merekomendasikan beli saham PANI usai membukukan hasil kinerja yang solid. Target harga berbasis RNAV dipatok di Rp 20.950 per saham, atau sekitar 55% di atas RNAV wajar saat ini di kisaran Rp 13.550. 

Sucor Sekuritas menilai ruang kenaikan masih terbuka, terutama dengan rencana aksi korporasi lanjutan seperti akuisisi lahan atau inbreng aset. Bahkan, hingga 1.000 hektare lahan tambahan disebut berpotensi masuk ke bank tanah PANI, yang akan memperkuat skala dan pertumbuhan jangka panjang perseroan.

PT Bangun Kosambi Sukses Tbk (CBDK)

Di samping itu, Sucor Sekuritas juga merekomendasikan untuk membeli saham CBDK. Target harga berdasarkan Discounted Cash Flow (DCF) di harga Rp 12.925 per saham, sedikit di bawah RNAV-nya yang sebesar Rp 14.200 per saham. 

Sucor Sekuritas menyebut saat ini valuasi CBDK masih diperdagangkan dengan diskon tajam, sekitar 57% dibanding RNAV. Dengan valuasi yang masih murah apalagi katalis pertumbuhan kuat dari proyek PIK2, CBDK dinilai memiliki peluang re-rating yang besar dengan potensi imbal hasil yang menarik.

Di samping itu apabila menilik kinerja anak usaha PANI, PT Bangun Kosambi Sukses Tbk (CBDK) bahkan lebih moncer. Kenaikan laba CBDK yang mencapai 88,63%, terutama ditopang pendapatan neto yang naik 44,93% menjadi Rp 2,29 triliun. CBDK juga melakukan penyesuaian target pra-penjualan tahun 2025, dari semula Rp 2,03 triliun menjadi Rp 508 miliar. 

Penurunan target ini dikaitkan dengan dinamika makroekonomi, di antaranya pelemahan rupiah terhadap dolar AS sebesar 5,21% yoy serta penurunan Indeks Kepercayaan Konsumen (IKK) dari 123,5 menjadi 115. Presiden Direktur CBDK Steven Kusumo menyatakan, penyesuaian target tersebut diambil dengan penuh kehati-hatian dan didasarkan pada evaluasi menyeluruh terhadap kondisi pasar dan arah ekonomi nasional. 

“Kami melihat dinamika pasar saat ini sebagai bagian dari proses menuju keseimbangan baru. Penyesuaian target bukan langkah defensif, melainkan strategi realistis untuk memastikan pertumbuhan CBDK tetap sehat dan berkelanjutan,” ujar Steven. 

Meski target prapenjualan telah disesuaikan, CBDK berkomitmen terus mendorong pertumbuhan lewat pengembangan proyek unggulan, baik di segmen residensial maupun produk komersial untuk memperkuat nilai jangka panjang kawasan PIK2. Proyek unggulan tersebut antara lain adalah Rumah Milenial dan Permata Hijau Residences (residensial), serta Rukan Petak 9, Bizpark PIK2 dan SOHO The Bundi (komersial). 

Hingga sembilan bulan pertama 2025, CBDK mencatat pra-penjualan sebesar Rp 321 miliar, atau 63% dari target yang telah disesuaikan. Meski terjadi penurunan dibanding kuartal sebelumnya, manajemen melihat kondisi ini sebagai konsolidasi alami untuk memperkuat fondasi pertumbuhan jangka panjang.  

Peluncuran infrastruktur baru seperti Nusantara International Convention & Exhibition (NICE) dan Jalan Tol Kataraja sejak September 2025 diharapkan meningkatkan arus kunjungan serta aktivitas ekonomi di kawasan PIK 2, membuka peluang pertumbuhan yang lebih luas pada kuartal-kuartal berikutnya.

Menjelang akhir tahun akan ada pendatang baru lagi perusahaan mercusuar atau lighthouse company dari sektor finansial, PT Super Bank Indonesia atau Superbank. 

Lighthouse company merupakan perusahaan mercusuar yang ditargetkan bursa untuk IPO setiap tahunnya. Perusahaan tersebut memiliki dua karakteristik, yaitu minimum kapitalisasi pasar sebesar Rp 3 triliun dan realisasi free float minimal 15%.

Berdasarkan data yang diterima Katadata.co.id, penjamin pelaksana emisi efek yakni PT Mandiri Sekuritas, PT CLSA Sekuritas Indonesia, PT Trimegah Sekuritas Indonesia Tbk, dan PT Sucor Sekuritas. 

CEO Sucor Sekuritas Bernadus Wijaya enggan mengomentari kabar tersebut. “Saya tidak bisa mengomentari, tunggu di website e-IPO aja untuk emiten yang akan listing nanti ya,” ujarnya kepada Katadata.co.id.




Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

Reporter: Nur Hana Putri Nabila