Sederet Aksi INET Kerek Harga Saham hingga 650%, Ada Kerja Sama dengan Nokia
Harga saham PT Sinergi Inti Andalan Prima Tbk (INET) menggeliat seiring dengan kabar mengenai berbagai aksi korporasi yang akan digarap perseroan, mulai dari right issue hingga akuisisi proyek strategis.
Merujuk data perdagangan Bursa Efek Indonesia secara intraday pukul 11.20 WIB, harga saham INET melonjak 9% atau 36 poin ke level 436. Sahamnya diperjualbelikan sebanyak 19,67 juta lot dengan valuasi penjualan sebanyak Rp 873,25 miliar.
Harga sahamnya melambung 50,69% selama satu pekan terakhir dan meroket 648,28% sejak awal tahun di harga Rp 73 per saham.
Akuisisi 60% saham perusahaan telekomunikasi PT Trans Hybrid Communication
Mengutip keterbukaan informasi yang disampaikan perseroan kepada Bursa Efek Indonesia, INET berencana mengambil alih 60% saham perusahaan teknologi PT Trans Hybrid Communication (THC).
Manajemen INET menyebut, saat ini perseroan sedang berada dalam tahap melakukan investigasi dan pemeriksaan menyeluruh (due diligence) terhadap proses akuisisi tersebut. Aksi tersebut dilakukan INET sebagai langkah ekspansi strategis perseroan untuk melakukan penetrasi, khususnya di wilayah Kalimantan Barat.
Adapun THC merupakan perusahaan dengan aset berupa backbone fiber optik dengan lokasi jaringan yang tersebar pada lokasi-lokasi strategis yang berada di Kalimantan Barat.
“Dengan menggunakan backbone yang telah dimiliki oleh entitas anak perseroan maka hal ini akan meningkatkan efisiensi biaya yang signifikan dalam langkah ekspansi FTTH perseroan utamanya di Kalimantan Barat,” tulis manajemen INET dalam keterbukaan informasi dikutip Selasa (11/11).
Adapun antara INET dan THC belum menyepakati harga pelaksanaan dan total nilai transaksi rencana akuisisi tersebut. Meski begitu, INET sudah menyebutkan sumber dana yang digunakan perseroan untuk aksi ekspansi strategis tersebut. Perseroan bakal menggunakan kombinasi dana dari kas internal dan fasilitas pendanaan perbankan.
Garap Proyek Submarine Cable Jakarta-Singapore dengan Nokia
Aksi korporasi besar lainnya yang sedang dijalankan INET adalah proyek kerja sama dengan perusahaan telekomunikasi raksasa asal Finlandia, Nokia. Mengutip unggahan di akun instagram Direktur Utama INET Muhammad Arif, yakni @arifangga, dia menyebut kolaborasi tersebut akan menghadirkan lompatan besar dalam konektifitas Asia.
“Melalui perangkat submarine cable Jakarta-Singapore serta penguatan node IIX, kami membangun jaringan yang lebih cepat, lebih stabil dan siap mendukung ledakan trafik digital Indonesia,” tulis Arif dalam akun Instagramnya dikutip Selasa (11/11).
Right Issue
Tak hanya itu, INET juga berencana menggelar aksi Penambahan Modal dengan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu I (PMHMETD) atau right issue dengan nilai maksimal Rp 3,2 triliun.
Dalam aksi ini, perseroan akan menerbitkan hingga 12,8 miliar saham baru dengan harga pelaksanaan Rp 250 per saham. Rasio rights issue ditetapkan 3:4, artinya setiap pemegang 3 saham lama berhak memperoleh 4 HMETD. Cum right issue INET dijadwalkan pada 25 November 2025.
Manajemen menyebutkan aksi korporasi ini ditujukan untuk pengembangan usaha. Namun, pemegang saham yang tidak menggunakan haknya bakal mengalami dilusi kepemilikan hingga 57,14%. Pemegang saham pengendali, PT Abadi Kreasi Unggul Nusantara (AKUN) yang menguasai 60,62% saham INET, telah menyatakan dukungan penuh terhadap aksi korporasi ini.
Berdasarkan surat pernyataan tertanggal 19 September 2025, AKUN akan mengeksekusi seluruh haknya senilai Rp 1,78 triliun serta bersedia menjadi pembeli siaga atas saham baru yang tidak terserap pasar hingga maksimal 5,65 miliar saham atau senilai Rp 1,41 triliun. Dengan demikian, total dana yang masuk dari aksi ini bisa mencapai lebih dari Rp 3,2 triliun.
Akuisisi 53,57% Saham PT Personel Alih Daya Tbk (PADA)
Aksi korporasi lainnya adalah INET telah menandatangani indikasi persyaratan jual beli dengan Koperasi Pegawai PT Indosat Tbk (Kopindosat) atas pengalihan mayoritas saham PT Personel Alih Daya Tbk (PADA).
INET bakal mengakuisisi sebanyak 1,68 lembar saham atau setara dengan 53,57% saham. Adapun saat ini, Koperasi Pegawai PT Indosat Tbk menggenggam sebanyak 59,86% atau 1,88 miliar saham PADA. Usai aksi korporasi, INET akan menjadi pengendali baru PADA.
“Negosiasi sehubungan dengan Rencana Pengambilalihan dilakukan secara langsung antara Kopindosat dengan INET pada 23 Oktober 2025,” tulis Direktur Utama INET, Muhammad Arif dalam keterbukaan informasi BEI, Senin (27/10).
Arief mengatakan, akuisisi ini juga memperkuat posisi INET sebagai penyedia solusi digital dan layanan operasional terintegrasi. Melalui integrasi dengan PADA, INET berencana memperluas jaringan operasional ke seluruh Indonesia, mengembangkan platform digital untuk manajemen tenaga kerja.
Perusahaan juga ingin memperkuat layanan managed service dan outsourcing digital serta meningkatkan efisiensi operasional dan nilai tambah bagi klien korporasi.