Wall Street Kembali Jatuh Terseret Pelemahan Bitcoin dan Kinerja Saham Teknologi
Bursa saham Wall Street kembali ditutup turun pada perdagangan Selasa (18/11) waktu setempat. Tekanan terutama datang dari saham-saham teknologi yang terus terkoreksi akibat kekhawatiran valuasi emiten terkait kecerdasan buatan (AI), serta penurunan harga bitcoin yang sempat jatuh di bawah US$ 90.000.
Rata-Rata Industri Dow Jones merosot 498,50 poin atau 1,07% ke level 46.091,74. Indeks S&P 500 turun 0,83% ke posisi 6.617,32, mencatat penurunan empat hari berturut-turut, terpanjang sejak Agustus. Sementara itu, Nasdaq Composite yang sarat saham teknologi terkoreksi 1,21% ke level 22.432,85.
Pada titik terendah sesi perdagangan, Dow Jones sempat anjlok hampir 700 poin atau sekitar 1,5%. S&P 500 dan Nasdaq juga sempat terkoreksi masing-masing 1,5% dan 2,1%.
Tekanan pada pasar salah satunya dipicu oleh penurunan saham Nvidia yang jatuh hampir 3%. Dua raksasa teknologi lain dalam kelompok Magnificent Seven, yakni Amazon dan Microsoft juga merosot. Amazon turun lebih dari 4%, sementara Microsoft melemah hampir 3%.
“Kita bisa saja mengalami penurunan 8% atau 9% jika semuanya sudah selesai,” ujar Kepala Strategi Investasi CFRA, Sam Stovall, dikutip dari CNBC, Rabu (19/11).
Menurut dia, tekanan dapat mereda lebih cepat jika Nvidia membukukan kinerja sesuai ekspektasi analis serta jika data ketenagakerjaan menunjukkan pelemahan tanpa mengindikasikan resesi.
Saham Nvidia telah terkoreksi lebih dari 10% sepanjang bulan ini menjelang rilis laporan keuangan kuartal ketiga pada Rabu malam. Emiten chip tersebut menjadi pusat perhatian dalam reli pasar berbasis AI tahun ini, di tengah kekhawatiran bahwa valuasi teknologi sudah terlalu mahal dan momentum AI melambat, terutama karena meningkatnya penawaran obligasi emiten Big Tech.
“Jika perusahaan teratas di industri terkuat dalam sektor terbaik menyampaikan pandangan optimistis mengenai masa depan, sambil melaporkan laba, pendapatan, dan margin keuntungan di atas perkiraan, saya kira itu dapat menenangkan investor,” ujar Stovall.
Pengumuman kemitraan besar di sektor AI pada Selasa juga gagal mengangkat saham teknologi. Startup AI Anthropic mengatakan akan berinvestasi US$ 30 miliar bersama Microsoft. Sebagai imbalannya, Microsoft dan Nvidia berkomitmen menggelontorkan miliaran dolar ke Anthropic. Meski demikian, kedua saham teknologi raksasa itu tetap melemah setelah pengumuman tersebut.
“Pasar sedang berada pada fase pengambilan untung yang wajar, dan investor mulai mempertanyakan fundamentalnya,” kata Stovall.
Sementara itu, bitcoin sempat turun di bawah US$ 90.000 sebelum kembali menguat ke atas US$ 92.000. Penurunan ini menambah kekhawatiran pasar karena banyak investor teknologi juga memiliki eksposur besar pada aset kripto.