Emiten Sawit Grup Sampoerna (SGRO) Ganti Pengendali, Jual Saham ke Taipan Korsel
Emiten perkebunan Grup Sampoerna, PT Sampoerna Agro Tbk (SGRO), resmi mengumumkan perubahan pengendalian perusahaan. Hal itu terjadi setelah pengambilalihan seluruh saham pengendali perseroan,Twinwood Family Holdings Limited kepada AGPA Pte. Ltd., anak usaha POSCO International Corporation asal Korea Selatan.
Dengan dijualnya seluruh saham pengendali SGRO tersebut, sebanyak 1,19 miliar saham, atau mewakili 65,72% dari modal ditempatkan dan disetor penuh, maka terjadi perubahan pengendali dari Twinwood Family Holdings Limited kepada AGPA. Meski demikian, Corporate Secretary SGRO Eris Ariaman tidak mengungkap nilai transaksi tersebut.
“Informasi dan fakta material akan menyebabkan perubahan pengendalian dalam perseroan, dimana pembeli akan menjadi pengendali baru di perseroan,” kata Eris dalam keterbukaan informasi BEI, dikutip Kamis (20/11).
Eris menegaskan bahwa perubahan pengendali ini tidak akan memberikan dampak signifikan terhadap aktivitas operasional, aspek hukum, kondisi keuangan, maupun kelangsungan usaha perusahaan.
Merujuk laporan tahunan 2024 SGRO, pada 27 Agustus 2024 pengendali sebelumnya, Sampoerna Agri Resources Pte. Ltd. (SAR) telah menjual 1.267.217.500 saham SGRO atau 69,68% dari modal ditempatkan kepada Twinwood Family Holdings SFO Limited, entitas terafiliasi SAR. Pemilik manfaat akhir SGRO saat itu tetap Putera Sampoerna.
Sebelum berubahnya pengendali kali ini, Twinwood Family Holdings menggenggam 65,72% saham SGRO, sementara publik memegang 34,27%.
Merujuk laman resmi perusahaan, AGPA Pte. Ltd. merupakan perusahaan berbasis di Singapura yang didirikan pada November 2021 oleh POSCO International. AGPA berfungsi sebagai induk investasi kelapa sawit, dengan rencana ekspansi melalui akuisisi perkebunan tambahan serta investasi di fasilitas penyulingan minyak sawit dan produksi biofuel. Seluruh kepemilikan AGPA berada di bawah POSCO International.
POSCO International sendiri merupakan perusahaan perdagangan dan investasi global dari Korea Selatan di bawah POSCO Group. Perusahaan ini awalnya berdiri dengan nama Daewoo Corporation, sebelum berkembang menjadi entitas yang mengelola bisnis impor, ekspor, dan pengembangan bisnis komprehensif, termasuk investasi di sektor baja, energi, agrikultur, dan material baterai.
Di Indonesia, POSCO International beroperasi melalui sejumlah entitas, seperti PT Krakatau POSCO (produsen baja terintegrasi), PT POSCO INTERNATIONAL INDONESIA (perusahaan dagang) serta POSCO DX Indonesia (konstruksi).