Ragam Katalis Petrindo Jaga Kreasi (CUAN), Analis Sematkan Target Saham Rp 3.500

Dokumentasi perseroan
Henan Putihrai Sekuritas juga mempertahankan rekomendasi beli untuk CUAN dengan target harga Rp 3.500.
27/11/2025, 18.17 WIB

Kinerja emiten konglomerat Prajogo Pangestu, PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN) kian bergeliat. Harga sahamnya telah melesat 132,43% sepanjang tahun ini ke level Rp 2.580. Namun, bagaimana prospeknya ke depan?

Jika menilik kinerja keuangan perusahaan hingga kuartal ketiga 2025, CUAN meraup pendapatan US$ 796,62 juta atau naik 45,88% dibandingkan periode yang sama sebelumnya US$ 546,06 juta. 

Pendapatan CUAN ditopang dari penjualan batu bara US$ 271,55 juta, konstruksi dan rekayasa US$ 271,83 juta, penambangan US$ 215,08 juta, jasa US$ 30,38 juta, EPCI-minyak bumi dan gas lepas pantai US$ 5,86 juta, dan lain-lain US$  1,91 juta. 

Namun, laba bersih CUAN anjlok 46,95% secara tahunan dari US$ 30,44 juta pada Januari—September 2024 menjadi US$ 16,14 juta. 

CUAN saat ini baru saja menyelesaikan akuisisi 90% saham Guna Darma Integra (GDI). Henan Putihrai Sekuritas dalam risetnya menyampaikan, aksi korporasi ini berhasil menandai pergeseran strategis menuju sektor pembangkit listrik.

Lewat aksi ini, CUAN berhasil mengamankan proyek pembangkit listrik tenaga batu bara berkapasitas 680 MW yang berlokasi di Kawasan Industri Feni Haltim, Halmahera Timur.

Proyek tersebut diperkirakan membutuhkan investasi sekitar US$ 600 juta dengan target waktu konstruksi 28 bulan. Henan Putihrai Sekuritas menilai langkah ini semakin memperkuat integrasi CUAN ke rantai infrastruktur energi hilir dan meningkatkan visibilitas pendapatan CUAN melampaui siklus harga batu bara.

“Memungkinkan perusahaan untuk mendapatkan nilai tambah yang lebih besar dari operasi batu bara dan EPC-nya sambil mendukung pengembangan industri Indonesia di sekitar rantai pasok baterai dan nikel,” demikian tertulis dalam riset Henan Sekuritas, dikutip Kamis (27/11). 

Henan Putihrai Sekuritas memperkirakan proyek pembangkit listrik CUAN akan mulai menghasilkan pendapatan tahunan US$ 328 juta, dengan margin EBITDA sekitar 40% pada 2028. Proyeksi ini dinilai memperkuat visibilitas laba CUAN melalui arus kas kontrak jangka panjang serta basis pendapatan berulang.

Tak hanya itu, masuknya CUAN ke segmen pembangkit listrik berkapasitas 600+ MW juga dianggap sebagai kenaikan besar terhadap profil pertumbuhan struktural perseroan. Ini memperhitungkan potensi revaluasi valuasi seiring naiknya kontribusi dari diversifikasi, skala yang lebih besar, dan ketahanan arus kas solid.

Henan Putihrai Sekuritas menilai, bisnis batu bara metallurgical perusahaan memasuki fase ekspansi besar-besaran. Produksi batu bara CUAN meningkat dari sekitar 200.000 ton pada 2024 menjadi 1 juta ton pada 2025, dan mencapai sekitar 2 juta ton pada 2026, dengan kontribusi utama dari PT Multi Tambang Utama (MUTU). 

Henan Putihrai Sekuritas memperhitungkan, titik balik bisnis batu bara CUAN akan terjadi pada 2027 ketika PT Daya Bumindo Karunia (DBK) mulai beroperasi. Produksi batu bara metallurgical CUAN saat itu akan menuju 5 juta ton pada kapasitas puncak.

Ekspansi ini dinilai akan meningkatkan posisi CUAN di pasar batu bara metallurgical premium, sekaligus memperkuat ketahanan harga dan profitabilitas yang didukung permintaan baja global. Henan Putihrai Sekuritas juga mengatakan, melalui MUTU dan DBK mendorong prospek pertumbuhan CUAN.

“Operasi pertambangan CUAN menciptakan jembatan pendapatan yang kuat sebelum kontribusi dari proyek pembangkit listrik 680 MW-nya,” tulis Henan Putihrai Sekuritas.  

Target Harga Saham Cuan Rp 3.500

Henan Putihrai Sekuritas juga mempertahankan rekomendasi beli untuk CUAN dengan target harga Rp 3.500. Target ini mengimplikasikan potensi kenaikan 46,44%, didukung oleh penilaian DCF 10 tahun menggunakan WACC sebesar 9,55%, pertumbuhan terminal 3,25%, dan nilai perusahaan (Enterprise Value) 2035F sebesar US$ 22 triliun.

Rekomendasi Henan Putihrai Sekuritas juga ditopang dari akuisisi-akuisisi terbaru CUAN yang strategis mendiversifikasi eksposur pendapatan dan menguatkan integrasi vertikal di sektor pertambangan dan layanan perusahaan. 

“Penilaian kami mencerminkan alpha sebesar 36,62% dibandingkan dengan benchmark, berdasarkan HPS kuartal ketiga 2025 Market Update kami,” demikian tertulis dalam Henan Putihrai Sekuritas.

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

Reporter: Nur Hana Putri Nabila