Investor Tunggu Kebijakan The Fed, Rupiah Berpeluang Melemah Terbatas
Nilai tukar rupiah melemah 0,22% ke level 16.682 per dolar AS pada perdagangan pagi ini, Senin (8/12). Rupiah berpotensi melemah terbatas seiring menguatnya dolar AS.
“Hal ini setelah survei menunjukkan sentimen konsumen di AS yang lebih kuat dari perkiraan,” kata Analis Doo Financial Futures Lukman Leong kepada Katadata.co.id, Senin (8/12).
Namun, Lukman mengatakan saat ini investor masih wait and see menantikan pertemuan FOMC pada Rabu waktu sempat pekan ini. Para investor menantikan petunjuk arah kebijakan The Fed kedepannya.
“Rupiah diproyeksikan akan berada di level Rp 16.600 per dolar AS hingga Rp 16.700 per dolar AS,” ujar Lukman.
Berdasarkan data Bloomberg pagi ini, rupiah dibuka pada level Rp 16.672 per dolar AS, melemah 24 poin dibandingkan perdagangan kemarin. Namun, kurs rupiah bergerak semakin melemah ke level 16.682 per doalr AS hingga pukul 09.50 WIB.
Di sisi lain, Senior Economist KB Valbury Sekuritas Fikri C. Permana memiliki proyeksi yang berbeda. “Saya harap ada apresiasi rupiah ke level Rp 16.600 per dolar AS,” kata Fikri.
Fikri menjelaskan penguatan rupiah ini masih ada peluang di tengah ekspektasi penurunan Fed Funds Rate yang semakin besar. Sementara di di dalam negeri, Fikri menyebut hasil lelang Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI) pada akhir pekan lalu cukup baik dengan incoming bids melebihi US$ 32 miliar atau setara Rp 532,96 triliun.