IHSG Rawan Terkoreksi, Saham SCMA, EMAS, ARCI dan GOTO jadi Rekomendasi Analis
Indeks Harga Saham Gabungan atau IHSG diproyeksikan rawan terkoreksi pada perdagangan saham awal pekan ini, Senin (5/1). Sebelumnya apabila menilik pergerakan Jumat (2/1), IHSG ditutup dengan naik 1,17% ke 8.748 dan pergerakannya masih didominasi oleh volume pembelian.
Analis MNC Sekuritas Indonesia, Herditya Wicaksana, menyampaikan penguatan IHSG sudah mencapai target minimal. Herditya memperkirakan adanya beberapa skenario yang memungkinkan terjadi untuk IHSG termasuk peluang melanjutkan penguatannya untuk menguji rentang 8,776-8,905.
“Namun, pada dua skenario lain, IHSG masih rawan terkoreksi dahulu,” tulis Herditya dalam risetnya, Senin (5/1).
MNC Sekuritas menetapkan support IHSG berada di 8.584 dan 8.525. Sementara resistance terdekat berada di 8.776 dan 8.822. Support merupakan area harga saham tertentu yang diyakini sebagai titik terendah pada satu waktu.
Saat menyentuh support, harga umumnya akan kembali naik karena daya beli saham naik. Sedangkan resistance merupakan tingkat harga saham tertentu yang dinilai sebagai titik tertinggi. Setelah saham menyentuh level ini, biasanya akan ada aksi jual cukup besar hingga laju kenaikan harga tertahan.
Daftar Saham Rekomendasi Analis
MNC Sekuritas merekomendasikan buy on weakness sejumlah saham. Misalnya PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO), akumulasi beli di rentang Rp 65–Rp 68 dengan target harga di Rp 71–Rp 73, sementara level stoploss di bawah Rp 64.
Kemudian PT Archi Indonesia Tbk (ARCI) direkomendasikan buy on weakness pada area Rp 1.490–Rp 1.575 dengan target harga di Rp 1.775–Rp 1.950, serta stoploss di bawah Rp 1.380.
Sementara itu, PT Merdeka Gold Resources Tbk (EMAS) disarankan buy on weakness pada level Rp 5.475–Rp 5.600 dengan target harga Rp 6.100 dan Rp 6.400, stoploss jika di bawah Rp 3.670.
Kemudian indeks-indeks utama Wall Street ditutup bervariasi pada perdagangan pertama 2026, Jumat (2/1). Phintraco Sekuritas menilai penguatan pasar terutama ditopang kenaikan saham-saham produsen chip, sementara pelemahan saham sektor teknologi di luar semikonduktor membatasi pergerakan indeks.
Di sisi lain, sentimen geopolitik turut membayangi pasar setelah Amerika Serikat melancarkan serangan ke Venezuela dan menangkap Presiden Venezuela bersama istrinya. Pemerintah AS membawa keduanya ke New York untuk menghadapi dakwaan terorisme dan perdagangan narkoba pada Sabtu (3/1). Presiden AS Donald Trump menyatakan Washington akan mengambil alih kendali Venezuela hingga terjadi transisi kekuasaan.
“Serta menyatakan perusahaan AS akan masuk ke Venezuela untuk memperbaiki struktur minyak di negara tersebut,” demikian tertulis dalam analisis Phintraco, Senin (5/1).
Phintraco Sekuritas menyebut eskalasi ketegangan politik global akibat serangan AS ke Venezuela bakal menjadi fokus perhatian investor pada pekan ini. Kondisi tersebut memicu kekhawatiran investor untuk menghindari aset berisiko dan beralih ke instrumen yang lebih aman, seperti dolar AS dan emas.
Selain itu, pelaku pasar juga akan mencermati sejumlah rilis data ekonomi AS, mulai dari data tenaga kerja, aktivitas manufaktur, hingga Michigan consumer confidence.
Di dalam negeri, Phintraco Sekuritas menilai Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berpotensi terimbas sentimen negatif apabila terjadi tekanan jual dari investor asing. Meski begitu, kenaikan harga minyak mentah dan emas diperkirakan dapat menjadi sentimen positif yang mendorong penguatan saham-saham sektor energi dan komoditas terkait.
“Lalu data inflasi, trade balance, cadangan devisa dan consumer confidence akan dirilis pekan ini,” tambahnya.
Phintraco Sekuritas merekomendasikan saham PT Pyridam Farma Tbk (PYFA), PT Adi Sarana Armada Tbk (ASSA), PT Hanjaya Mandala Sampoerna Tbk (HMSP), PT Bank Pan Indonesia Tbk (PNBN), PT Remala Abadi Tbk (DATA), dan PT Surya Citra Media Tbk (SCMA).