Rebalancing MSCI Februari Makin Dekat, Sejumlah Saham Berpotensi Tersingkir
Menjelang rebalancing indeks Morgan Stanley Capital International atau MSCI Februari sejumlah saham bergeliat. Sementara itu, sejumlah saham berpotensi terdepak indeks Morgan Stanley Capital International atau MSCI dalam review periode Februari 2026.
Samuel Sekuritas Indonesia beberapa emiten yang perlu menjadi perhatian lantaran potensi tergeser dari indeks MSCI adalah PT Indofood Sukses Makmur Tbk (INDF), PT Astra Agro Lestari Tbk (AALI), PT Midi Utama Indonesia Tbk (MIDI), PT Aspirasi Hidup Indonesia Tbk (ACES), hingga PT Sariguna Primatirta Tbk (CLEO).
Samuel Sekuritas menilai emiten milik Grup Konglomerasi Salim INDF berpotensi terdampak di indeks MSCI Indonesia Global Standard. Sementara itu, AALI, MIDI, ACES, dan CLEO diperkirakan berisiko keluar dari MSCI Indonesia Small Cap.
“Potensi arus keluar dana asing dari saham-saham tersebut perlu dicermati investor, terutama menjelang periode pengumuman dan implementasi indeks,” demikian tertulis dalam Samuel Sekuritas dalam risetnya, dikutip Senin (12/1).
Sebaliknya Samuel Sekuritas memproyeksikan emiten Grup Bakrie–Salim PT Bumi Resources Tbk (BUMI) sebagai kandidat terkuat untuk masuk ke MSCI Indonesia Global Standard. BUMI saat ini memiliki kapitalisasi pasar sekitar US$ 10,3 miliar, free float 28,3%, dan likuiditas tinggi dengan rata-rata nilai transaksi harian US$ 36,7 juta.
Dengan profil tersebut, Samuel Sekuritas menilai potensi aliran dana asing yang masuk ke BUMI diperkirakan berada di kisaran US$ 180–300 juta jika resmi masuk MSCI.
Selain BUMI, PT Pantai Indah Kapuk Dua Tbk (PANI) juga dinilai berpeluang besar masuk MSCI Global Standard, dengan kapitalisasi pasar sekitar US$ 13,3 miliar dan free float 15,9%. Meski likuiditasnya lebih rendah dibanding BUMI, Samuel memperkirakan potensi foreign inflow PANI berada di kisaran yang sama, yakni US$180–300 juta.
Sementara itu, di kategori MSCI Indonesia Small Cap, sejumlah saham yang masuk radar potensial masuk antara lain PT Darma Henwa Tbk (DEWA), PT Indosat Tbk (ISAT), PT Alamtri Minerals Indonesia Tbk (ADMR), dan PT Indokripto Koin Semesta Tbk (COIN).
Tak hanya itu PT Astrindo Nusantara Infrastructure Tbk (BIPI), PT Bukit Uluwatu Villa Tbk (BUVA), PT Timah Tbk (TINS), PT Surya Semesta Internusa Tbk (SSIA) hingga PT Buana Lintas Lautan Tbk (BULL) diramal masuk indeks bergengsi tersebut.
“Masuknya emiten-emiten ini ke dalam indeks MSCI Small Cap berpotensi mendorong peningkatan visibilitas di mata investor global, meskipun estimasi aliran dana asingnya relatif lebih terbatas dibandingkan kategori Global Standard,” tulis riset Samuel Sekuritas.