Gebrakan Baru Emiten Bakrie (BNBR) Jajaki Bisnis Data Center
Emiten Group Bakrie PT Bakrie & Brothers Tbk (BNBR) melalui entitas anak usaha PT Multi Kontrol Nusantara (MKN) tengah menjajaki bisnis pusat data atau data center. Perusahaan rencananya akan membangun kawasan data center inner-city di lahan seluas 1,67 hektare di Kalideres, Jakarta Barat.
Lahan tersebut dibeli MKN pada 20 September 2024 dari PT Pilar Agra Unggul (PAU) yang dituangkan dalam Surat Perjanjian Nomor 176/MKN/PAU/PJBTANAH/IX/2024. “Sebagai bagian dari kesepakatan ini, MKN telah membayar uang muka sebesar Rp 152,4 miliar kepada PAU,” demikian tertulis dalam laporan keuangannya, dikutip Senin (19/1).
Namun jika proyek pembangunan data center tersebut batal dibangun, maka kedua pihak telah sepakat PT Pilar Agra Unggul (PAU) wajib mengembalikan uang muka sebesar Rp 152,4 miliar kepada PT Multi Kontrol Nusantara (MKN) tanpa potongan apa pun.
Kembangkan Bisnis EBT
BNBR sebelumnya juga sempat menyebutkan rencana untuk mengembangkan usaha di sektor pembangkit listrik berbasis green energy atau energi baru terbarukan (EBT) pada tahun ini. Langkah ini menjadi bagian dari strategi perseroan dalam memperluas portofolio bisnis berkelanjutan di luar lini usaha utama.
Meski begitu, manajemen BNBR menyampaikan pada 2026 perusahaan tetap akan memfokuskan pengembangan pada bisnis inti di bidang manufaktur dan infrastruktur. Kedua sektor tersebut disebut sebagai bisnis utama BNBR sebagai emiten sektor industri.
Di sisi lain, perseroan juga mulai mengembangkan bisnis baru yang sejalan dengan prinsip ekonomi hijau dan berkelanjutan. Salah satunya melalui pengembangan ekosistem kendaraan listrik lewat anak usahanya yang bergerak di segmen bus listrik, PT VKTR Teknologi Mobilitas Tbk (VKTR).
Menurut manajemen, bisnis kendaraan listrik menjadi salah satu pilar pengembangan usaha berkelanjutan perseroan, yang tetap memiliki keterkaitan erat dengan sektor manufaktur.
“Tentunya bisnis-bisnis baru tersebut masih berkaitan dengan bidang manufaktur,” kata manajemen BNBR dalam laporan hasil paparan publik dikutip dari keterbukaan informasi BEI, Selasa (13/1).
Selain kendaraan listrik, BNBR juga mengembangkan bisnis energi bersih melalui anak usahanya, PT Helio Synar Energi (HSE). Perusahaan ini berfokus pada pengembangan pembangkit listrik berbasis energi hijau, khususnya tenaga surya. HSE merupakan entitas anak yang 99,75% sahamnya dimiliki oleh BNBR.
Dalam pengembangan bisnis EBT, HSE mengusung sejumlah misi, antara lain meningkatkan kemitraan dengan pemerintah Indonesia dan berbagai pemangku kepentingan untuk mengeksplorasi potensi energi surya.
Saat ini, HSE tengah mengerjakan sejumlah proyek pembangkit listrik tenaga surya (PLTS). Di antaranya PLTS Kei Besar di Kabupaten Maluku Tenggara dengan kapasitas sekitar 200 kWp untuk klien PT PLM di wilayah Maluku dan Maluku Utara. Selain itu, terdapat proyek PLTS Selayar di Sulawesi Selatan berkapasitas 1,3 MWp untuk PT PLN Unit Induk Wilayah Sulawesi Selatan.
HSE juga mengembangkan PLTS atap di Kuningan, Jakarta Selatan, dengan kapasitas 15 kWp, serta proyek PLTS Nule di Nusa Tenggara Timur berkapasitas 250 kWp. Di Bekasi, perusahaan menggarap PLTS PT BMC berkapasitas 317,75 kWp dan PLTS PT BPI dengan kapasitas 500 kWp.