Semarak Emiten Tekstil BELL, ZATA, hingga TRIS Tersulut Rencana Baru Danantara
Emiten industri tekstil bergeliat pada perdagangan sesi pertama hari ini, Senin (19/1). Kenaikan terjadi seiring dengan rencana pemerintah melakukan penyelamatan untuk industri tekstil Tanah Air.
Dalam pengumuman terbaru, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan penyelamatan industri tekstil akan dilakukan secara terstruktur dan jangka panjang. Bahkan, pemerintah berencana membentuk badan usaha milik negara baru khusus sektor tekstil dan mengguyur hingga US$6 miliar atau sekitar Rp 101,2 triliun yang disiapkan melalui Badan Pengelola Investasi
Tak hanya itu suntikan dana jumbo Airlangga menyatakan penyelamatan ini diproyeksikan membuka hingga 3 juta lapangan hingga 2029. Sentimen ini memberi katalis pada kenaikan sejumlah emiten sandang di Bursa Efek Indonesia (BEI).
Pada perdagangan sesi I, saham PT Trisula Textile Industries Tbk (BELL) tembus auto reject atas (ARA) hingga 34,55% ke Rp 148. Kemudian PT Bersama Zatta Jaya Tbk (ZATA) melonjak 34,57% ke Rp 109.
Saham PT Multi Spunindo Jaya Tbk (MSJA) juga ikut naik 1,76% ke Rp 346, dan PT Golden Flower Tbk (POLU) terkerek hingga 8,12% ke Rp 29.300. Lalu PT Tifico Fiber Indonesia Tbk (TFCO) juga melesat hingga 9,92% ke Rp 665.
Saham lain yang ikut terkerek adalah PT Sepatu Bata Tbk (BATA) naik 9,64% ke Rp 91, dan PT Ricky Putra Globalindo Tbk (RICY) tumbuh 9,40% ke Rp 128. Di samping itu, PT Soraya Berjaya Indonesia Tbk (SPRE) juga terangkat 9,26% ke Rp 354, PT Trisula International Tbk (TRIS) melonjak 15,97% ke Rp 276, dan PT Sunson Textile Manufacturer Tbk (SSTM) naik hingga 4,15% ke Rp 3.260.
Selain itu PT Polychem Indonesia Tbk (ADMG) naik 6,54% ke Rp 228, PT Chemstar Indonesia Tbk (CHEM) tumbuh 0,75% ke Rp 134, dan PT Alkindo Naratama Tbk (ALDO) naik 0,81% ke Rp 620. Ada pula saham PT Eratex Djaja Tbk (ERTX) juga melonjak hingga 20,59% ke Rp 328.
Tak ketinggalan saham PT Inocycle Technology Group Tbk (INOV) melesat 33,33% ke Rp 244, dan PT Asia Pacific Fibers Tbk (POLY) naik 8,16% ke Rp 53. Lalu PT Ever Shine Tex Tbk (ESTI) juga melonjak 34,74% ke Rp 256 dan PT Satu Visi Putra Tbk (VISI) naik hingga 8,07% ke Rp 348.
Sebelumnya Airlangga juga menyatakan pemerintah tengah menyiapkan badan usaha milik negara (BUMN) tekstil baru. Ia menyebut nantinya BUMN ini akan dibentuk dan disiapkan Danantara.
Airlangga mengatakan, alasan pembentukan BUMN tekstil baru ini karena pemerintah ingin menyelamatkan industri tekstil nasional. Presiden Prabowo Subianto juga telah membahas peta jalan BUMN ini saat rapat terbatas beberapa hari lalu.
“Bapak Presiden mengingatkan kita pernah mempunyai BUMN tekstil dan ini akan dihidupkan kembali sehingga pendanaan US$ 6 miliar (setara Rp 101,2 triliun dengan kurs Rp 16.871 per dolar AS),” kata Airlangga saat ditemui di Jakarta, Rabu (15/1).
Airlangga juga menjelaskan, Prabowo menilai industri tekstil terdampak tarif dagang global. Presiden juga memerintahkan menteri terkait mencarikan pasar ekspor baru.
"Salah satunya dari (perjanjian) EU-CEPA, tapi masih efektif di tahun 2027,” ujarnya.
Menurut Airlangga, peta jalan yang disiapkan juga termasuk untuk meningkatkan nilai ekspor RI 10 kali lipat dari US$ 4 miliar (setara Rp 57,4 triliun) menjadi US$ 40 miliar dalam 10 tahun. Selain itu peta jalan ini juga menetapkan strategi untuk pendalaman dari rantai pasok industri tekstil.
Potensi Tenaga Kerja Bisa 6,76 Juta Orang
Adapun suntikan dana jumbo senilai US$ 6 miliar atau sekitar Rp 100 triliun ke industri tekstil diproyeksikan membuka hingga 3 juta lapangan hingga 2029. Namun industriawan mengaku belum bisa langsung berlari kencang tanpa dukungan kebijakan lanjutan dari pemerintah.
Asosiasi Pertekstilan Indonesia atau API menyatakan dana segar tersebut akan berbentuk kredit investasi dari perbankan khusus industri tekstil dan produk tekstil (TPT). Namun dampak dana segar tersebut baru akan dirasakan secepatnya pada 2028.
"Kalau perbankan bisa merealisasikan kredit investasi itu tahun ini, kami bisa mencapai membuka 2 juta sampai 3 juta lapangan kerja yang ditargetkan pada 2028-2029," kata Direktur Eksekutif API Danang Girindrawardana kepada Katadata.co.id, Kamis (15/1).
Kementerian Perindustrian mendata total tenaga kerja dalam industri TPT mencapai 3,76 juta orang pada Februari 2025. Danang memprediksi total tenaga kerja di industrinya dapat mencapai 6,76 juta orang pada 2029.
Dia mengatakan, tujuan utama suntikan dana pemerintah adalah modernisasi alat produksi di industri TPT. Menurutnya, dana tersebut akan digunakan lebih dari 50% pabrik tekstil dan garmen untuk meningkatkan kualitas mesin produksi.