Pakai Nama Baru, KIM Indonesia Incar Kenaikan AUM 30% pada 2026
PT KISI Asset Management membidik pertumbuhan asset under management (AUM) sebesar 30% pada tahun ini. Dalam setahun terakhir, nilai AUM perusahaan melonjak dari Rp 4,24 triliun pada Desember 2024 menjadi Rp 9,92 triliun per Desember 2025, atau tumbuh 134%.
Sejak 2019 hingga akhir 2025, total AUM perseroan tercatat meningkat 1.259%. Lonjakan tersebut mencerminkan kepercayaan investor terhadap strategi investasi, kinerja produk, serta penguatan tata kelola perusahaan.
“Target KIM Indonesia di Tahun 2026, total AUM kurang lebih akan tumbuh at least 30%,” ujar Direktur Utama KIM Indonesia, Arfan F Karniody, di Main Hall Bursa Efek Indonesia, Senin (19/1).
Argan menjelaskan, target tersebut dapat tercapai seiring dengan langkah perusahaan yang akan mengedepankan pendekatan berfokus pada investor (consumer centric) melalui penyediaan produk investasi yang relevan. Selain itu, dia menyatakan akan mengeluarkan produk terbaru di kuartal kedua 2026. Namun dia belum ingin membocorkan detail produk yang akan dikeluarkan.
"Nanti ya, kita mau bikin produk baru. Kita masih hitung. Kita lihat risk-nya, potensinya gimana. Kita ngobrol dulu sama selling agent-nya, prospeknya gimana," kata dia.
Dalam kesempatan yang sama, pihaknya juga mengumumkan perubahan nama dari PT KISI Asset Management menjadi PT Korea Investment Management (KIM) Indonesia.
Arfan menjelaskan, perubahan nama ini sekaligus menegaskan komitmen KIM Indonesia untuk memperkuat pengelolaan investasi dengan dukungan penuh dari Korea Investment Management Co, Ltd (KIM) sebagai institusi manajemen aset global.
Arfan menyampaikan bahwa dukungan dari pemegang saham global menjadi fondasi penting bagi perusahaan untuk memastikan praktik investasi di pasar modal Indonesia tetap selaras dengan standar internasional.
“Dukungan dari Korea Investment Management Co, Ltd memberikan landasan yang kokoh bagi kami untuk menjalankan pengelolaan investasi secara konsisten dan sesuai dinamika industri manajer investasi di Indonesia,” kata Arfan dalam sambutannya.
Menurutnya, perubahan nama ini juga mencerminkan visi perusahaan yang lebih besar, serta membawa nilai strategis bagi penguatan ekosistem investasi domestik melalui integrasi pengalaman global.