Manuver Blue Bird (BIRD) Ekspansi Pengguna dan Armada, Seperti Apa Strateginya?

ANTARA FOTO/Asprilla Dwi Adha/aww.
Direktur Utama PT Blue Bird Tbk Adrianto Djokosoetono (kanan) melepas konvoi armada taksi terbaru saat peluncuran di Kantor Pusat Bluebird, Jakarta, Senin (11/12/2023).
Penulis: Karunia Putri
21/1/2026, 05.40 WIB

PT Blue Bird Tbk (BIRD) menjelaskan tengah merancang sejumlah strategi untuk memperkuat bisnis transportasinya tahun ini. Fokus utama perseroan adalah ekspansi pengguna baru khususnya dari kalangan muda, memperluas penetrasi pasar serta menambah armada.

Chief Marketing Officer Blue Bird Monita Moerdani mengatakan, perseroan menargetkan perluasan penetrasi pasar ke segmen konsumen muda melalui sejumah kolaborasi yang akan diluncurkan tahun ini. Namun, ia belum merinci lebih jauh bentuk kolaborasinya.

“Kita ingin memperluas penetrasi pasar Blue Bird dengan kolaborasi supaya dapat masuk ke segmen konsumen yang lebih muda. Itu menjadi salah satu fokus kita tahun ini,” kata Monita ketika ditemui usai acara peluncuran kolaborasi Blue Bird Group dan Tahilalats, Selasa (20/1).

Dia menjelaskan, salah satu langkah tersebut adalah menggandeng IP lokal Tahilalats. Kolaborasi ini menjadi strategi jangka panjang Blue Bird Group untuk menjaga relevansi lintas generasi dengan pendekatan yang lebih segar tanpa meninggalkan fondasi kepercayaan dan kenyamanan. Aktivasi yang disiapkan mencakup penjualan merchandise edisi terbatas hingga pengalaman interaktif melalui Bus BirdGembira.

Terkait target pendapatan dan laba tahun ini, Monita belum dapat membagikan angka pasti. Meski begitu, ia menegaskan perseroan menargetkan pencapaian yang berkelanjutan.baik secara short term, mid term, dan long term. 

“Kalau Blue Bird sudah kuat di segmen yang lebih mature, PR-nya adalah menjaga relevansi ke generasi lebih muda,” ujarnya.

Monita juga menekankan bahwa layanan Blue Bird Group tak hanya terbatas pada taksi. Aktivasi dengan Tahilalats menggunakan armada Big Bird untuk memperkenalkan ragam layanan mobilitas Blue Bird, mulai dari taksi, rental, charter, hingga bus. Alhasil, kolaborasi tersebut dapat menggaet lebih banyak pengguna di kalangan muda.

Di sisi lain, BIRD mengungkapkan akan memanfaatkan momentum libur Idul Fitri pada kuartal pertama tahun ini untuk mendorong pendapatan. Terutama memanfaatkan layanan Bus BirdGembira yang biasanya mengalami lonjakan permintaan saat musim liburan.

“Di semua musim mobilitas, kita selalu siapkan armada lintas vertical taksi, rental, charter, sampai bus antarkota untuk mengantisipasi permintaan tinggi. Untuk Ramadan mendatang, kita sudah siapkan sesuatu yang meaningful,” kata Monita.

Strategi BIRD Pertahankan Bisnis di Tengah Isu Merger GOTO-Grab

Di tengah kembali munculnya isu merger antara dua pemain besar di industri transportasi, yakni PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) dan Grab, PT Blue Bird Tbk (BIRD) memilih untuk fokus memperkuat bisnisnya sendiri.

Monita mengatakan, perusahaan selalu mengikuti dinamika pasar dan perkembangan industri. Namun demikian, fokus utama perseroan tetap pada pengembangan bisnis internal.

“Kami selalu memantau kondisi dan pergerakan pasar. Tapi bagi Blue Bird, fokusnya adalah bagaimana kami mengembangkan bisnis kami sendiri,” ujarnya.

Monita menambahkan, Blue Bird terbuka terhadap kerja sama dengan berbagai pihak. Meski begitu, strategi utama perusahaan tetap pada peningkatan layanan dan perluasan basis pengguna.

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

Reporter: Karunia Putri