Dirut Emiten Grup Bakrie VKTR Pangkas Kepemilikan Saham 50%, Cuan Rp 11,65 M
Direktur Utama PT VKTR Teknologi Mobilitas Tbk (VKTR), Gilarsi Wahju Setijono, memangkas setengah kepemilikan sahamnya di emiten Grup Bakrie tersebut. Adapun jumlah saham yang dilepasnya sebanyak 12,5 juta saham.
Berdasarkan laporan yang dirilis lewat keterbukaan informasi bursa, Jumat (23/1), Gilarsi tercatat menjual sahamnya di VKTR dalam dua kali pada Kamis (22/1) kemarin. Penjualan pertama sebanyak 9.495.000 saham di harga Rp 1.030 per unit. Sementara pada transaksi kedua, Gilarsi melego sejumlah 3.005.000 saham di harga Rp 1.040 per unit.
Setelah aksi divestasi tersebut, porsi kepemilikan saham Gilarsi di VKTR menyusut dari sebelumnya berjumlah 25 juta (0,06 %) menjadi 12,5 juta saham (0,03%). Dari hasil penjualan tersebut, Gilarsi mengantongi pendapatan kotor Rp 12,9 miliar.
Sementara diketahui bahwa 25 juta saham VKTR itu dibelinya pada 22 Januari 2025 di harga Rp 100 per unit. Jika volume saham yang dijualnya kali ini dikalikan dengan harga pembelian kala itu, maka dana yang dirogoh Gilarsi untuk membeli 12,5 juta saham VKTR setahun lalu hanya Rp 1,25 miliar. Dengan kata lain, dirut VKTR itu sukses meraup cuan alias untung sekitar Rp 11,65 miliar.
Dikutip dari laman resmi perseroan, PT VKTR Teknologi Mobilitas Tbk (VKTR) pertama kali didirikan pada 2007 dengan nama PT Bakrie Steel Industries. Perusahaan ini awalnya berfokus pada distribusi kendaraan komersial dan komponen logam.
Pada Maret 2022, perusahaan melakukan transformasi strategis menjadi VKTR untuk berfokus pada ekosistem kendaraan listrik (EV) komersial dan teknologi mobilitas berkelanjutan di Indonesia. Emiten ini memelopori EV heavy mobility di Indonesia, menargetkan segmen B2B dan pemerintahan (Transjakarta, truk sampah) dengan target tingkat komponen dalam negeri (TKDN) yang tinggi.
Berdasarkan data perdagangan pada pukul 15.30 ini, saham VKTR terkoreksi 90 poin atau 7,53% ke harga 1.105 per unit. Namun, jika dilihat data tahun berjalan atau year to date (ytd), saham emiten kendaraan listrik Grup Bakrie itu sudah melambung lebih dari 30% sepanjang Januari ini.