Aksi Baru Emiten Bakrie (ENRG): Temukan Sumber Minyak Baru di Malacca Strait

Energi Mega Persada
Malacca Strait PSC-Energi Mega Persada
Penulis: Karunia Putri
Editor: Agustiyanti
27/1/2026, 07.00 WIB

Emiten Grup Bakrie, PT Energi Mega Persada Tbk (ENRG) mengumumkan penemuan ladang minyak baru melalui anak usahanya, PT Imbang Tata Alam (ITA) di salah satu sumur eksplorasi di Wilayah Kerja Malacca Strait, Riau. Temuan ini disebut menjadi tonggak penting bagi perusahaan dalam mendukung keberlanjutan produksi minyak nasional.

Direktur Utama ENRG Syailendra S. Bakrie mengatakan, hasil evaluasi awal menunjukkan terdapat lapisan produktif pada Formasi Upper Sihapas dengan ketebalan net pay sekitar 80 kaki. Uji alir yang dilakukan mencatatkan laju produksi sebesar 350 barel minyak per hari, mencerminkan kualitas reservoir yang baik serta potensi aliran yang stabil.

Dia menjelaskan, secara geologi, penemuan ini diinterpretasikan sebagai stratigraphic trap. Dengan demikian, temuan ini membuka peluang eksplorasi lanjutan untuk pengembangan sumber daya dan cadangan minyak baru bagi ENRG.

“EMP menegaskan komitmennya untuk menjalankan kegiatan eksplorasi dan pengembangan yang berkelanjutan guna menciptakan nilai tambah bagi seluruh pemangku kepentingan,” kata Syailendra dalam keterangan resmi dikutip Selasa (27/1).

Wakil Direktur Utama ENRG Edoardus Ardianto menyampaikan, estimasi awal Original Oil in Place (OOIP) dari temuan tersebut diperkirakan mencapai sekitar 31 juta barel minyak. Perseroan juga melihat potensi tambahan produksi sebesar 1.000–1.500 barel minyak per hari melalui rencana pengembangan dengan pengeboran enam sumur pengembangan.

Berdasarkan hasil evaluasi respon seismik, menurut doa, didapatkan bahwa ladang minyak baru ini berpotensi menyimpan lebih dari 76 juta barel minyak. ENRG pun menargetkan campaign eksplorasi selanjutnya.

Edoardus mengatakan, ke depan, ITA akan bekerja sama dengan SKK Migas untuk melanjutkan studi teknis guna mematangkan konsep pengembangan struktur MSTB-NW sekaligus mengidentifikasi peluang eksplorasi tambahan di area sekitarnya.

Obligasi Jumbo Rp 4 Triliun

ENRG baru saja menerbitkan Penawaran Umum Berkelanjutan (PUB) Obligasi Berkelanjutan I Tahap I Tahun 2025 dengan target dana mencapai Rp 4 triliun. Pada tahap pertama, perseroan menawarkan obligasi dengan nilai pokok maksimal Rp 500 miliar.

Investor Relations ENRG Herwin W. Hidayat menjelaskan, dana hasil penerbitan obligasi akan digunakan untuk pembayaran utang serta kebutuhan modal kerja perseroan.  “Melalui skema PUB I, ENRG memiliki ruang untuk mengumpulkan total dana hingga Rp4 triliun,” ujarnya di konferensi  pers di Jakarta, Senin (1/12). 

Perusahan juga menyampaikan niatnya mengakuisisi sejumlah blok minyak dan gas (migas) baru di dalam maupun luar negeri. Anggaran sebesar Rp 3,3 triliun merupakan bagian dari total anggaran US$ 1,4 miliar atau sekitar Rp 23 triliun yang telah perseroan rencanakan untuk sepanjang tahun 2025-2035.  

Dana akan dialokasikan untuk menunjang kegiatan bisnis ENRG seperti pengeboran 30 sumur eksplorasi, sekitar 130 sumur pengembangan, serta maintenance capex untuk 106 sumur guna menjaga tingkat produksi hingga 2030. 

Ia menjelaskan bahwa rencana jangka panjang tersebut sejalan dengan peta jalan atau roadmap 2026, yang menekankan pengembangan aset migas eksisting melalui kombinasi eksplorasi dan pengembangan.  

“Produksi kami saat ini sekitar 50 ribu barel setara minyak per hari. Harapannya bisa naik dua kali lipat pada 2030 secara organik,” katanya.

Selain pertumbuhan organik, ENRG juga membuka ruang ekspansi anorganik melalui akuisisi aset migas yang sudah berproduksi. Namun, Edoardus menegaskan bahwa alokasi dana khusus untuk akuisisi tidak dapat ditetapkan secara pasti karena nilai setiap aset sangat bervariasi. Ia menambahkan, perseroan menargetkan kenaikan produksi pada tahun depan.  

“Kami berharap ada peningkatan sekitar 10% year on year, sehingga pendapatan juga terdampak positif,” ujarnya.

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

Reporter: Karunia Putri