Danantara soal Keputusan MSCI: Sudah Pas dan Tepat

Katadata/Nur Hana Putri Nabila
Chief Investment Officer Danantara, Pandu Sjahrir.
Penulis: Karunia Putri
Editor: Ahmad Islamy
29/1/2026, 13.57 WIB

Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara) merespons positif masukan yang disampaikan Morgan Stanley Capital International (MSCI) terhadap pasar modal Indonesia. Badan pengelola investasi pelat merah itu menilai masukan MSCI sudah tepat.

Chief Investment Officer (CIO) Danantara Pandu Sjahrir mengatakan, tindak lanjut atas masukan tersebut sepenuhnya diserahkan kepada regulator, yakni Bursa Efek Indonesia (BEI) dan self regulatory organization (SRO) lainnya. “Menurut saya, apa yang dilakukan MSCI itu sudah pas dan tepat. Saya serahkan kembali ke regulator,” kata Pandu dalam agenda Navigating Indonesia’s Next Chapter di Jakarta, Kamis (29/1).

Menurut dia, pengumuman yang disampaikan MSCI kemarin terkait hasil konsultasi mengenai perubahan metodologi perhitungan porsi saham publik atau free float itu baik, karena dapat menyehatkan kembali pasar modal Indonesia.

Pandu berpendapat, salah satu langkah yang perlu dilakukan regulator adalah memperkuat komunikasi dengan para pemangku kepentingan. Pendekatan tersebut menurutnya penting agar pelaku pasar memahami arah kebijakan yang akan ditempuh.

Dia juga menekankan, pasar modal adalah cerminan tercepat dari tingkat kepercayaan terhadap perekonomian. Baik investor lokal maupun asing, kata Pandu, memiliki peran penting dalam membentuk dinamika pasar. Bahkan saat ini, investor domestik telah menjadi kontributor utama dana di pasar modal Indonesia.

“Karena itu, yang dibutuhkan adalah kemauan untuk mendengar dan merespons. Jangan terus melihat ke belakang, tetapi fokus ke depan,” ujarnya.

Terkait isu praktik perdagangan saham, Pandu menegaskan dirinya tidak menyalahkan kelompok bisnis tertentu jika terjadi pergerakan harga saham. Apalagi terkait dengan "goreng-menggoreng" saham yang belakangan santer.

Lebih lanjut, dia mengembalikan seluruh tindak lanjut ke regulator karena yang dipermasalahkan tersebut adalah aturan terkait free float. Ia pun mengaku tidak terkejut dengan keputusan yang diumumkan MSCI. Menurut Pandu, hal tersebut memang sudah semestinya terjadi dan telah dapat diprediksi sebelumnya.

“Saya juga enggak bingung, kenapa pada ribut. Udah pasti terjadi kok menurut saya,” kata dia.

MSCI pada Rabu (29/1) kemarin mengumumkan akan membekukan saham Indonesia, baik dalam rebalancing maupun penambahan bobot dalam indeksnya. Imbasnya, tidak akan terjadi peningkatan Foreign Inclusion Factor (FIF) dan Number of Shares (NOS) saham-saham RI di MSCI.

Selain itu, tidak akan ada penambahan saham Indonesia ke dalam indeks MSCI Investable Market Indexes (IMI), serta penghentian migrasi naik antarsegmen indeks ukuran, termasuk perpindahan dari Small Cap ke Standard Index.

MSCI menyatakan ketentuan tersebut akan segera berlaku. Tak hanya itu, saham RI bahkan tidak dapat masuk dalam kocong ulang atau rebalancing MSCI pada periode Februari 2026. 

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

Reporter: Karunia Putri