Di tengah gejolak Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) sejumlah saham yang sering membagikan dividen jumbo kembali dilirik. Saat indeks terkoreksi tajam, sejumlah emiten yang dikenal rutin membagikan dividen jumbo kini diperdagangkan pada level harga yang lebih murah.
Koreksi IHSG yang telah mencapai 11,12% dalam sepekan terjadi setelah Morgan Stanley Capital International (MSCI) menangguhkan penilaian sejumlah indeks yang melibatkan saham Indonesia. Di tengah sentimen tersebut, saham-saham pembagi dividen memberi harapan baru bagi investor.
Beberapa saham yang teratat rajin membagi dividen adalah PT Indo Tambangraya Megah Tbk (ITMG), PT Alamtri Resources Indonesia Tbk (ADRO), PT United Tractors Tbk (UNTR), PT Astra International Tbk (ASII), dan PT Bukit Asam Tbk (PTBA). Ada pula saham perbankan besar seperti PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) dan PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI). Di antara saham-saham itu bahkan ada yang membagi dividen lebih dari satu kali setahun.
Berikut saham-saham yang membagikan dividen dua kali dalam setahun:
Riwayat Divden PT Indo Tambangraya Megah Tbk (ITMG)
Indo Tambangraya Megah menjadi salah satu yang rajin bagi dividen dua kali setiap tahunnya. Sebelumnya emiten tambang batu bara ini mengguyur dividen interim kepada para pemegang sahamnya senilai US$ 50,04 juta, sekitar Rp 836,88 miliar atau sebesar Rp 738 per saham. Adapun dividen tersebut dibayarkan ITMG pada 26 November 2025 lalu.
“Dengan ini diberitahukan bahwa perseroan akan melaksanakan pembagian dividen tunai interim tahun buku 2025 sebesar Rp 738 per saham kepada pemegang saham,” kata manajemen ITMG dalam keterbukaan informasi BEI dikutip Rabu (5/10).
Lalu ITMG juga sempat membagikan dividen dari laba bersih tahun buku 2024 sebesar US$ 153.125.777 atau setara Rp 2,58 triliun. Angka itu setara dengan Rp 2.245 per lembar saham atau dividen yield 9,9% yang dibayarkan pada 7 Mei 2025.
Untuk tahun buku 2024, ITMG juga memberikan dividen interim sebesar Rp 1.228 per saham pada 25 September 2024.
Sementara itu, untuk tahun buku 2023, perseroan membagikan dividen interim sebesar Rp 2.260 per saham pada 22 September 2023. ITMG bahkan pernah membagikan dividen sebesar Rp 6.416 per saham kepada para investornya. Harga dividen tersebut merupakan yang tertinggi yang pernah dibagikan ITMG.
Riwayat Dividen PT Alamtri Resources Indonesia Tbk (ADRO)
Emiten milik Garibaldi Thohir alias Boy Thohir, PT Alamtri Resources Indonesia Tbk (ADRO) juga membagikan dividen tunai dan interim jumbo kepada para pemegang sahamnya.
Pada Desember 2025, ADRO menyiapkan total dividen interim mencapai US$ 250 juta atau setara Rp 4,17 triliun dengan asumsi kurs Rp 16.698 per dolar AS. Sedangkan dividen tunai dari tahun buku 2024 sebesar US$ 500 juta atau senilai Rp 8,12 triliun.
Jumlah tersebut setara dengan 36% dari total laba bersih yang dikumpulkan perseroan. Dari jumlah yang disetujui dividen tunai yang akan dibagikan sebesar US$ 300 juta atau senilai Rp 158 per saham.
Sedangkan dividen interim tahun buku 2024, ADRO membagikan dividen interim sebesar Rp 106,84 per saham dan dividen final Rp 166,69 per saham, sehingga total dividen yang diterima investor mencapai Rp 273,53 per saham.
Sebelumnya pada tahun buku 2023, ADRO mencatatkan pembagian dividen yang lebih besar. Perseroan saat itu membagikan dividen interim Rp 209,31 per saham dan dividen final Rp 1.358 per saham.
Riwayat Dividen PT Astra International Tbk (ASII)
PT Astra International Tbk (ASII) terakhir membagikan dividen dari laba bersih perseroan untuk tahun buku yang berakhir pada 31 Desember 2024 sebesar Rp 34,05 triliun. Berdasarkan hasil rapat, Astra akan membagikan dividen tunai sebesar total Rp 16,43 triliun yang setara dengan Rp 406 per saham. Jumlah ini sudah mencakup dividen interim sebesar Rp 98 per saham atau total Rp 3,96 triliun.
Sedangkan pada tahun buku 2023, ASII membagikan dividen interim Rp 98 per saham dan dividen final Rp 421 per saham. Dengan demikian, total dividen yang dibagikan ASII pada tahun buku tersebut Rp 519 per saham.
Riwayat Dividen PT United Tractors Tbk (UNTR)
Selain itu emiten kontraktor tambang milik Grup Astra, PT United Tractors Tbk (UNTR) membagikan dividen interim dari tahun buku 2025 senilai Rp 2,05 triliun atau setara Rp 567 per saham kepada para pemegang saham.
Sedangkan tahun buku 2024, UNTR membagikan dividen tunai senilai Rp 7,81 triliun atau setara Rp 2.151 per saham dari laba bersih tahun buku 2024. Jumlah dividen yang dibagikan mencakup dividen interim sebesar Rp 667 per saham yang telah lebih dulu dibayarkan kepada para pemegang saham pada 24 Oktober 2024.
Setelah dikurangi dividen interim, pemegang saham akan menerima dividen final sekitar Rp1.484 per lembar saham. Dengan asumsi harga saham saat ini, dividen tersebut mencerminkan imbal hasil (yield) sebesar 6,4%.
Apabila mengacu pada laporan keuangan konsolidasian perseroan dan entitas anak untuk tahun buku yang berakhir 31 Desember 2024, UNTR mencatat laba bersih Rp19,53 triliun.
Riwayat Dividen PT Bukit Asam Tbk (PTBA)
Perusahaan tambang Badan Usaha Milik Negara PT Bukit Asam Tbk (PTBA) sempat membagikan dividen jumbo untuk tahun buku 2024 sebesar Rp 3,8 triliun atau Rp 332 per saham Jumlah dividen tersebut setara dengan 75% dari laba bersih tahun buku 2024.
Berdasarkan riset Mirae Asset Sekuritas, PTBA dalam lima tahun terakhir mencatatkan pertumbuhan dividen sebesar 3,19% per tahun. PTBA membagikan dividen sebesar Rp 26,46 per saham pada 2020 di tengah Covid-19, dengan imbal hasil (dividen yield) mencapai 13,33%.
Memasuki 2021, perusahaan membagikan dividen yang lebih rendah sebesar Rp 74,69 per saham dengan imbal hasil 3,04%.Lalu pada 2022, PTBA membagikan dividen hingga Rp 688,52 per saham, menghasilkan imbal hasil sebesar 14,87%. Adapun pada 2023, PTBA mencatatkan pembagian dividen terbesar dalam sejarahnya, yaitu sebesar Rp 1.094,05 per saham, dengan imbal hasil mencapai 29,57%.
Riwayat Dividen PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI)
Perbankan pelat merah PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) juga gemar membagikan dividen interim. Pada 15 Januari 2026 BBRI membayarkan 15 Januari 2026 sebesar Rp 137 per lembar saham.
Adapun jika melihat catatan dividen interimnya pada tahun lalu, BBRI melakukan pembayaran dividen interim tahun buku 2024 sebesar Rp 135 per lembar saham dengan total nilai mencapai Rp 20,33 triliun. Rasio dividen yang dibagikan BRI kepada pemegang sahamnya yakni 85,32% pada tahun lalu.
Riwayat Dividen PT Bank Central Asia Tbk (BBCA)
PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) membagikan dividen interim mencapai Rp 6,67 triliun atau Rp 55 per saham kepada para pemegang sahamnya yang telah dilaksanakan pada 22 Desember 2025.
Bank swasta raksasa ini dikenal rajin membagikan dividen kepada para investornya. Pada tahun buku 2024, BBCA membagikan dividen tunai Rp 37 triliun atau setara dengan Rp 300 per saham. Rasio dividen yang dibagikan sebesar 67,4% dari laba tahun tersebut senilai Rp 54,8 triliun.
Pembayaran dividen dilakukan dua skema, pertama lewat pembayaran dividen interim sebesar Rp 50 per saham dan kemudian sisanya lewat dividen final dibagikan senilai Rp 250 per saham.
Pada tahun buku sebelumnya, BBCA tercatat membagikan dividen tunai senilai Rp 33,2 triliun atau setara Rp 270 per saham. Dividen yang dibagikan oleh BBCA mencapai 68,4% dari laba sepanjang 2023 seesar Rp 48,6 triliun.
Dividen tersebut terdiri dari dividen interim sebesar Rp 42,50 per saham yang dibayarkan pada 20 Desember 2023 dan dividen final sebesar Rp 270 per saham. Nilai dividen tahun buku 2023 meningkat 31,7% jika dibandingkan dividen tunai yang dibagikan pada 2022.