Kontrak Baru WIKA Beton (WTON) Rp 4 Triliun, dari Proyek MRT hingga Data Center
PT Wijaya Karya Beton Tbk (WTON) atau WIKA Beton mencatat perolehan omzet kontrak baru sebesar Rp 4 triliun sepanjang 2025. Torehan ini ditopang optimalisasi produk beton pracetak khusus hingga proyek strategis di pasar domestik maupun internasional.
Secara terperinci, kontrak tersebut didominasi dari pelanggan swasta dengan kontribusi 54,85%; diikuti BUMN sebesar 21,65%; kerja sama operasi (KSO) atau joint operation (JO) sebesar 18,33%, serta; WIKA dan afiliasi sebesar 5,17%. Proyek domestik masih menjadi tulang punggung dengan porsi 95,4%, sedangkan proyek luar negeri berkontribusi 4,6%.
Berdasarkan sektor, infrastruktur menjadi penyumbang terbesar kontrak baru dengan porsi 56,35%. Sisanya berasal dari sektor industri 15,85%, properti 11,63%, kelistrikan 11,39%, tambang 3,73%, dan energi 1,05%.
“Hal ini menunjukkan portofolio proyek WIKA Beton tersebar di berbagai segmen tanpa ketergantungan pada satu sektor saja,” ucap manajemen WTON dalam keterangannya, Rabu (4/2).
Sementara di pasar global, WTON menggenggam proyek jumbo Metro Manila Subway di Filipina.
Di pasar domestik, salah satu proyek strategis yang menopang kinerja WIKA Beton yakni pekerjaan Railway Systems dan Trackwork pada MRT Jakarta Fase 2A. Perseroan bermitra secara strategis dengan Larsen & Toubro Limited demi mendukung kontraktor utama Sojitz Corporation Ltd dalam mengerjakan proyek Trackwork Paket CP205 senilai Rp 409 miliar.
WTON menyediakan bantalan jalan rel (BJR), produksi beton siap pakai, instalasi jalur kereta, instalasi gardu induk, sistem distribusi tenaga listrik, pemasangan sistem Supervisory Control and Data Acquisition (SCADA), hingga instalasi kabel tegangan tinggi bawah tanah 150 kV.
Adapun progres pembangunan MRT Jakarta Fase 2A mencapai 55,89% per Desember 2025, melampaui target 53,29%. Sementara progres Paket CP205 tercatat sebesar 31,48%. Proyek sepanjang 5,8 km ini akan menghubungkan Stasiun Bundaran HI hingga Kota dan ditargetkan rampung pada 2029, dengan tujuh stasiun bawah tanah yakni Thamrin, Monas, Harmoni, Sawah Besar, Mangga Besar, Glodok, dan Kota.
Sekretaris Perusahaan WIKA Beton, Yushadi, mengatakan, perusahaan berkomitmen mewujudkan solusi transportasi umum yang berkelanjutan dan mampu mengatasi tantangan kemacetan ibu kota.
“Kolaborasi strategis dengan Larsen & Toubro Limited membuktikan kapabilitas WIKA Beton dalam menangani proyek infrastruktur kompleks dengan standar internasional," ujar Yushadi dalam keterangannya dikutip Rabu (4/2).
WTON juga terus mendorong proyek yang berorientasi pada prinsip environmental, social, and governance (ESG). Proyek tersebut mencakup pengembangan sumur resapan segmental sebagai produk ramah lingkungan, solusi hunian WIKA Beton Home (WHOME) yang mendukung program pemerintah 3 juta rumah dan hunian tetap pascabencana, hingga pembangunan pusat data di Batam melalui penyediaan berbagai produk beton pracetak.