Ekonomi Akhir 2025 Melesat Berkat Warga RI Jor-joran Belanja

ANTARA FOTO/Muhammad Bagus Khoirunas/rwa.
Ilustrasi. Ekonomi Indonesia tumbuh 5,11% sepanjang 2025.
Penulis: Agustiyanti
9/2/2026, 06.00 WIB

Ekonomi Indonesia berhasil tumbuh 5,39% secara tahunan pada kuartal keempat 2025. Pertumbuhan ini merupakan yang tertinggi secara kuartalan dalam tiga tahun terakhir, terutama berkat lonjakan aktivitas belanja masyarakat di pengujung tahun. 

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik, konsumsi rumah tangga yang menyumbang lebih dari separuh pertumbuhan ekonom, naik 5,11% secara tahunan pada tiga bulan terakhir 2025. Pertumbuhan konsumsi rumah tangga ini lebih tinggi dibandingkan kuartal sebelumnya sebesar 4,89% secara tahunan maupun kuartal keempat 2024 sebesar 4,98% secara tahunan. 

Pemerintah juga bekerja sama dengan ratusan peritel untuk menggelar program diskon akhir tahun demi menggenjot belanja masyarakat. Puluhan mal pun menggelar diskon hingga 80% pada bulan terakhir 2025.

Kenaikan yang tinggi pada konsumsi rumah tangga di pengujung tahun lalu tercermin dari pertumbuhan pada sejumlah lapangan usaha. Sektor penyediaan akomodasi dan makan minum tercatat tumbuh 7,15% secara tahunan. Pertumbuhan di sektor ini menggambarkan ramainya aktivitas makan dan minum di luar rumah menginap di hotel yang dilakukan masyarkaat.

BPS juga mencatat, pertumbuhan di sektor jasa lainnya, yang didorong oleh aktivitas rekreasi, naik 8,71% secara tahunan dalam tiga bulan terakhir 2025.

Namun, sektor dengan kenaikan tertinggi pada kuartal keempat 2025 dicatatkan oleh transportasi dan pergudangan mencapai 8,95% secara tahunan. BPS mencatat, kenaikan sektor ini ditopang oleh mobilitas masyarakat seiring momentum libur Natal dan Tahun Baru yang didukung diskon tarif pesawat pemerintah. 

Pertumbuhan ekonomi dalam tiga bulan terakhir tahun lalu, terutama juga ditopang oleh wilayah Jawa, serta Bali dan Nusa Tenggara. 

Belanja Masyarakat Bawah hingga Atas Terdongkrak

Kepala Ekonom BCA David Sumual mengaku tidak terkejut dengan data pertumbuhan ekonomi yang dirilis BPS kemarin. Data yang dimiliki BCA menunjukkan belanja konsumen di pengujung tahun lalu sangat kuat, baik pada kelompok masyarakat berpendapatan bawah maupun atas.

"Masyarakat berpendapatan bawah terbantu bantuan sosial," ujar David kepada Katadata.co.id. 

Di sisi lain, menurut dia, belanja masyarakat kelompok atas juga cukup kuat karena hasil investasi yang sedang bagus. "Obligasi dan pasar saham sedang bagus sehingga mereka merasa kaya dan belanja lebih besar," kata dia. 

IHSG beberapa kali mencetak rekor tertinggi dan tercatat naik 22% sepanjang tahun 2025, meski kini tengah menghadapi gejolak.

Kinerja ekspor, menurut David, juga mencatat capaian yang tinggi karena banyak para pengusaha yang mengantisipasi kebijakan tarif Amerika Serikat. Namun, kinerja ini diperkirakan akan melemah pada kuartal pertama tahun ini. 

Sementara itu, Ekonom Bank Mandiri Faisal Rachman realisasi pertumbuhan ekonomi kuartal keempat yang dirilis BPS melampaui analisis banyak ekonom. Namun, menurut dia, pertumbuhan konsumsi yang kuat memang tercermin dari transaksi online melalui e-retail dan marketplace dan penyaluran bantuan sosial tunai.

Ia juga mencatat, terjadinya konsumsi lembaga nirlaba yang melayani rumah tangga (NPISH) seiring meningkatnya aktivitasi berbagai organisasi sosial dalam penanggulangan bencana di Sumatera.

Namun, LPEM FEB Universitas Indonesia dalam riset yang laporan kuartal I 2026 menilai pertumbuhan ekonomi Indonesia sepanjang 2025 secara fundamental masih rapuh. Kinerja ekonomi tahun lalu lebih banyak terdorong oleh paket stimulus pemerintah dan faktor musiman pada akhir tahun.

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.