BEI Sudah Panggil Samuel Sekuritas soal Harga Saham RLCO Bisa Tembus Rp 80.000

Katadata/Fauza Syahputra
Direktur Penilaian Perusahaan BEI, Irvan Susandy.
Penulis: Karunia Putri
Editor: Ahmad Islamy
9/2/2026, 14.26 WIB

Bursa Efek Indonesia (BEI) mengungkapkan telah memanggil PT Samuel Sekuritas Indonesia (kode broker: IF) terkait riset yang memicu perdebatan di pasar, khususnya mengenai target harga saham PT Abadi Lestari Indonesia Tbk (RLCO) yang diproyeksikan dapat menembus Rp80.000 per unit. Direktur Penilaian Perusahaan BEI, Irvan Susandy mengatakan, pihaknya telah meminta klarifikasi kepada Samuel Sekuritas.

“Kami kalau enggak salah udah sempat panggil (Samuel Sekuritas). Nanti saya mesti nanya lagi ke teman-teman ya. Seingat saya, sudah saya panggil,” ujar Irvan kepada wartawan di BEI, Senin (9/2).

Irvan menyatakan, BEI juga akan mendiskusikan persoalan tersebut lebih lanjut bersama Otoritas Jasa Keuangan (OJK) terkait langkah yang akan dilakukan ke depan.

Sebelumnya, kalangan investor tengah dibuat ramai soal Samuel Sekuritas yang menargetkan harga saham RLCO bisa menembus level Rp 80.000. Padahal, saham itu baru seumur jagung alias baru melantai di BEI melalui initial public offering (IPO), bulan lalu. 

Investor ritel pun menduga target harga tersebut sebagai aksi broker IF "jualan" saham RLCO. Ada kekhawatiran hal itu mengarah ke praktik pump and dump yang dapat merugikan investor.

Seperti diketahui, RLCO baru mencatatkan perdana sahamnya pada 8 Desember 2025 lalu. Saham emiten sarang burung walet itu sempat bertengger di level Rp 8.700 pada 20 Januari lalu, hingga disuspensi BEI seusai melonjak 5.078% sejak IPO. 

Analis Samuel Sekuritas, Jonathan Guyadi, sebelumnya pernah menyebut harga saham RLCO berpotensi melonjak hingga 820% lagi setelah menyentuh harga Rp 8.700 per unit. Menurut dia, hal itu didorong oleh peluang masuknya Indeks MSCI Indonesia kategori Big Cap. 

Dari sisi kinerja keuangan, kata dia, RLCO diperkirakan melampaui proyeksi laba bersih 2025 sekitar 15% dibandingkan estimasi Samuel Sekuritas. Berdasarkan perhitungan broker tersebut, dengan asumsi kapitalisasi pasar disesuaikan mencapai Rp 5,5 triliun atau setara Rp 8.800 per saham, RLCO berpotensi memenuhi kriteria untuk masuk ke dalam Indeks MSCI Small Cap.

Jonathan pun ketika itu membeberkan rekomendasi speculative buy harga saham RLCO, dengan target di Rp 80.000 per saham atau mencerminkan potensi kenaikan sebesar 820%. Hal itu sejalan dengan proyeksi setelah RLCO masuk ke dalam Indeks MSCI Large Cap dengan kapitalisasi pasar disesuaikan sebesar Rp 50,1 triliun. 

“Risiko utama terhadap perkiraan kami: penundaan inklusi MSCI dapat memberikan tekanan turun pada pergerakan harga saham,” kata Jonathan dalam risetnya, Senin (26/1). 

RLCO menjadi emiten ke-25 di bursa pada Desember 2025 dan menunjuk PT Samuel Sekuritas Indonesia sebagai penjamin dan pelaksana emisi efek perseroan. 

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

Reporter: Karunia Putri