IHSG Berpotensi Konsolidasi Hari Ini, Analis Rekomendasi ANTM, JSMR hingga BRPT

Katadata/Fauza Syahputra
Pengunjung berjalan di dekat layar digital yang menampilkan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Senin (2/2/2026). IHSG ditutup melemah 4,88% atau 406,88 poin ke level 7.922 dengan volume transaksi perdagangan mencapai 50,39 miliar saham dan frekuensi sebanyak 2,94 juta kali.
10/2/2026, 06.25 WIB

Indeks Harga Saham Gabungan atau IHSG diproyeksikan bergerak konsolidasi hari ini, Selasa (10/2). Analis merekomendasikan saham-saham PT Aneka Tambang Tbk (ANTM), PT Jasa Marga Tbk (JSMR), hingga PT Barito Pacific Tbk (BRPT).

Analis Phintraco Sekuritas menilai, IHSG masih bergerak konsolidasi karena histogram negatif MACD IHSG mulai menyempit dan indikator Stochastic RSI mengisyaratkan potensi pembalikan arah (reversal) di area oversold. Namun, volume transaksi masih relatif rendah karena investor cenderung bersikap wait and see

“Dengan kondisi tersebut, IHSG diperkirakan bergerak konsolidasi di kisaran 7.800–8.200,” seperti yang ditulis Phintraco Sekuritas dalam keterangan resminya dikutip Selasa (10/2).

Ia menyebut level support IHSG berada di Rp 7.800. Sementara level resistance berada di Rp 8.200.

Support merupakan area harga saham tertentu yang diyakini sebagai titik terendah pada satu waktu. Saat menyentuh support, harga umumnya akan kembali naik karena peningkatan pembelian.

Sedangkan resistance adalah tingkat harga saham tertentu yang dinilai sebagai titik tertinggi. Setelah saham menyentuh level ini, biasanya akan ada aksi jual cukup besar sehingga laju kenaikan harga tertahan.

Dari sisi sentimen domestik, Phintraco Sekuritas mencatat indeks keyakinan konsumen Indonesia meningkat ke level 127,0 pada Januari 2026, dari 123,5 pada Desember 2025 (9/2). Capaian ini merupakan yang tertinggi sejak Januari 2025 dan didorong oleh kenaikan pada hampir enam subindeks utama. Sementara itu, penjualan sepeda motor tumbuh 3,1% secara tahunan (year on year/yoy) menjadi 577.763 unit pada Januari 2026. Angka tersebut menjadi yang tertinggi dalam tiga bulan terakhir, setelah sebelumnya turun tajam 14,5% pada Desember 2025.

Investor juga akan mencermati rilis data penjualan ritel (retail sales) Desember 2025 yang diperkirakan melambat menjadi 5,5% dari 6,3% pada November 2025 (10/2).

Di sisi lain, Bursa Efek Indonesia (BEI) dijadwalkan menggelar pertemuan teknis lanjutan dengan MSCI Inc pada Rabu (11/2). Pertemuan ini merupakan tindak lanjut dari agenda serupa yang berlangsung pada 2 dan 5 Februari lalu. BEI bersama Self Regulatory Organization (SRO) akan mengajukan sejumlah inisiatif kepada MSCI sejalan dengan delapan rencana aksi percepatan reformasi integritas pasar modal Indonesia yang ditargetkan rampung pada April mendatang.

Phintraco Sekuritas kemudian memberikan sejumlah saham yang dapat diperhatikan investor hari ini antara lain PT Aneka Tambang Tbk (ANTM), PT Jasa Marga Tbk (JSMR), PT Merdeka copper Gold Tbk (MDKA), PT Pakuwon Jati Tbk (PWON), PT Indosat Tbk (ISAT).

Sementara itu, analis BinaArtha Sekuritas Ivan Rosanova memperkirakan IHSG akan menguji support Fibonacci 7.785 atau lebih jauh lagi ke 7.617 apabila hari ini masih bergerak di bawah garis resisten dan SMA-60 pada chart 1H. 

Adapun penembusan di atas 8.162 akan memberi peluang kenaikan terbatas menuju resisten 8.377. Level support IHSG berada di 7.617, 7.362, 7.265, 7.099 dan 6.962, sementara level resistennya di 8.162, 8.377, 8.596 dan 8.837. 

“Indikator MACD menunjukkan adanya momentum bearish,” kata dia.

Ivan kemudian memberikan sederet saham-saham yang dapat diperhatikan investor hari ini, antara lain adalah ANTM, PT Barito Pacific Tbk (BRPT), PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk (ICBP), PT Indosat Tbk (ISAT) dan PT United Tractors Tbk (UNTR)

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

Reporter: Karunia Putri