Hashim Ungkap Kemarahan Prabowo soal MSCI, Perintahkan Petinggi BEI - OJK Mundur
Adik kandung Presiden RI Prabowo Subianto, Hashim Djojohadikusumo mengungkap fakta di balik mundurnya Direktur Utama Bursa Efek Indonesia Iman Rachman dan 4 petinggi Otoritas Jasa Keuangan pada akhir Januari lalu. Para pejabat mundur dua hari setelah keluarnya rilis dari Morgan Stanley Capital International (MSCI) yang membekukan evaluasi indeks saham RI.
Menurut Hashim, para petinggi OJK dan BEI mundur lantaran diminta Prabowo. Setelah mereka mundur, Jeffrey Hendrik ditunjuk sebagai Pejabat Sementara (Pjs) Direktur Utama BEI menggantikan Iman Rachman. Sementara Hasan Fawzi ditunjuk sebagai Anggota Komisioner OJK menggantikan Inarno Djajadi pada akhir Januari 2026. Lalu Friderica Widyasari Dewi (Kiki) ditunjuk sebagai Anggota Dewan Komisioner (ADK) Pengganti Ketua dan Wakil Ketua OJK.
Hashim menjelaskan, gonjang-ganjing di pasar modal yang terjadi dalam dua pekan terakhir membuat Prabowo marah besar. Ia menyebut alasan petinggi OJK dan BEI diminta mundur karena tidak ada transparansi di pasar modal. Ia mengatakan kehormatan negara Indonesia dipertaruhkan.
“Beliau (Prabowo) sangat marah dengan apa yang terjadi minggu lalu, terutama dengan kehormatan negara kami yang dipertaruhkan,” ucap Hashim dalam ASEAN Climate Forum (ACF) 2026 di Gedung BEI, Jakarta, Rabu (11/2).
Usai tragedi tersebut, Hashim mengatakan pemerintah Indonesia kini meningkatkan pengawasan untuk menjaga stabilitas pasar. Ia menyebut keberlangsungan pasar sangat bergantung pada kepercayaan dan kredibilitas.
Menurut Hashim, sejumlah investor telah meminta bertemu dan meminta agar ia memastikan kredibilitas pasar tetap terjaga.
“Saya serius, Anda semua tahu apa yang terjadi minggu lalu, kan? Morgan Stanley, jatuhnya pasar saham, beberapa orang diminta untuk mengundurkan diri,” ujarnya.
Rentetan pengunduran diri pejabat pasar modal terjadi di tengah sorotan terhadap kinerja otoritas pasar modal, setelah Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) anjlok hingga trading halt selama dua hari berturut-turut usai pengumuman MSCI.
Saat ini Prabowo telah membentuk Panitia Seleksi atau Pansel untuk memilih calon pengganti Anggota Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan alias ADK OJK, menyusul pengunduran diri empat pejabat. Pembentukan pansel OJK ditetapkan melalui Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 16/P Tahun 2026 tertanggal 9 Februari 2026.
Dalam keputusan itu, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa ditunjuk sebagai ketua merangkap anggota, bersama delapan anggota lainnya, yakni Perry Warjiyo, Suahasil Nazara, Bambang Eko Suhariyanto, Aida S. Budiman, Erwan Agus Purwanto, Dhahana Putra, Muhammad Rullyandi, dan Gusti Aju Dewi.
Sementara itu pergantian Direktur Utama BEI akan dilakukan seiring dengan rencana pelaksanaan Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) yang akan digelar beberapa waktu mendatang.