UNTR Tuntaskan Akuisisi Tambang Emas Afiliasi PSAB, Kucurkan Dana hingga Rp 9 T

PT J Resources Tbk
PT J Resources Tbk
Penulis: Ira Guslina Sufa
12/2/2026, 09.22 WIB

PT United Tractors Tbk (UNTR) menuntaskan proses akuisisi tambang emas yang sebelumnya diumumkan pada 2025. Emiten afiliasi Astra Group tersebut merampungkan transaksi jual beli yang telah berjalan sejak pertengahan September tahun lalu.

Corporate Secretary UNTR Ari Setiyawan menyatakan transaksi telah tuntas dilakukan pada Rabu (11/2). “Nilai transaksi adalah sebesar nilai yang dicantumkan dalam keterbukaan informasi 15 September 2025, kecuali disebutkan berbeda,” tulis Ari dalam keterbukaan informasi yang dirilis Kamis (12/2).

Dalam keterbukaan informasi sebelumnya, UNTR melalui entitas anaknya mengakuisisi saham PT Arafura Surya Alam (ASA). Adapun ASA merupakan perusahaan tambang emas yang terkait dengan PT J Resources Nusantara yang merupakan anak usaha PT J Resources Asia Pasifik Tbk (PSAB). 

Pada saat bersamaan entitas UNTR juga mengakuisisi sebagian kepemilikan di PT Mulia Bumi Persada (MBP). Akuisisi dilakukan oleh PT Danusa Tambang Nusantara (DTN) dan PT Energia Prima Nusantara (EPN), yang merupakan perusahaan terkendali UNTR.

Transaksi tersebut dilakukan dengan nilai US$540 juta atau setara dengan Rp 9 triliun. Nilai ini mencakup pembelian saham serta penyelesaian pinjaman pemegang saham yang terkait dengan entitas target.

Sebelumnya, DTN menandatangani perjanjian jual beli bersyarat untuk membeli 99,9% saham ASA dari PT J Resources Nusantara. Sementara itu, EPN menandatangani perjanjian pembelian saham minoritas ASA dan MBP dari pemegang saham individu. Akuisisi tersebut merupakan bagian dari strategi ekspansi UNTR di sektor mineral, khususnya emas.

Manajemen menyatakan rencana transaksi ini tidak berdampak material terhadap kegiatan operasional, hukum, maupun kondisi keuangan perseroan saat ini. Selain itu, transaksi tersebut juga tidak dikategorikan sebagai transaksi material maupun transaksi afiliasi berdasarkan ketentuan Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

“Tujuan rencana transaksi ini adalah untuk perluasan bisnis Perseroan di bidang mineral,” tulis manajemen UNTR dalam keterbukaan informasi September lalu. 

Langkah UNTR menuntaskan akuisisi tambang emas dinilai memperkuat diversifikasi bisnis di luar segmen alat berat dan pertambangan batu bara. Perseroan juga menegaskan telah menyiapkan strategi lindung nilai (hedging) untuk menjaga stabilitas harga jual emas dari lini bisnis barunya tersebut.



Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.