Asing Net Sell Rp 1,49 Triliun: Ramai Jual Saham BBCA dan BUMI, Borong BMRI

Katadata/Fauza Syahputra
Ilustrasi. Indeks Harga Saham Gabungan atau IHSG ditutup turun 0,31% ke level 8.265 pada perdagangan, Kamis (11/2).
Penulis: Agustiyanti
13/2/2026, 08.12 WIB

Investor asing mencatatkan transaksi jual bersih atau net sell mencapai Rp 1,49 triliun pada perdagangan Kamis (12/2). Saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) dan PT Bumi Resources Indonesia Tbk (BUMI) paling banyak dijual. 

Berdasarkan data Stockbit, investor asing mencatatkan transaksi beli bersih di BBCA mencapai Rp 890,06 miliar dan BUMI sebesar Rp 507,09 miliar. Harga saham BBCA turun 1,68% ke level 7.325, sedangkan BUMI turun 0,73% ke level Rp 270. 

Di sisi lain, investor asing tercatat memborong  saham PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) dan PT Timah Tbk (TINS) masing-masing Rp 330,59 miliar dan Rp 154,92 miliar. Harga saham BMRI naik 1% ke level Rp 5.075, sedangkan TINS melesat 9,97% ke level Rp 4.190.

Indeks Harga Saham Gabungan atau IHSG ditutup turun 0,31% ke level 8.265 pada perdagangan, Kamis (11/2). Saham BUMI dan BBCA menjadi yang paling banyak ditransaksikan kemarin, masing-masing Rp 2 triliun dan Rp 1,72 triliun.

Data perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI) menunjukkan nilai transaksi saham sore ini sebesar Rp 23,84 triliun dengan volume 43,26 miliar saham dan frekuensi sebanyak 3,02 juta kali.

Sebanyak 294 saham menguat, 384 saham terkoreksi, dan 144 saham stagnan. Adapun kapitalisasi pasar IHSG sebesar Rp 15.026 triliun.

Data  Bursa Efek Indonesia mencatat, transaksi di pasar saham pada Kamis (12/2) masih didominasi oleh investor lokal dengan porsi mencapai 70% dari total transaksi. Investor asing mencatatkan transaksi beli sebesar Rp 6,34 triliun, sedangkan transaksi jual sebesar Rp 7,83 triliun.

Berikut 10 saham yang paling banyak dilepas investor asing pada Kamis (12/2).:

  1. PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) Rp 890,06 miliar 
  2. PT Bumi Resources Indonesia Tbk (BUMI) Rp 507,09 miliar
  3. PT Petrosea Tbk (PTRO) Rp 249,79 miliar
  4. PT Derma Hanwa Tbk (DEWA) Rp 136,51 miliar
  5. PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) Rp 123,95 miliar
  6. PT Barito Renewable Energy Tbk  (BREN) Rp 100,69 miliar
  7. PT Barito Pacific Tbk (BRPT) Rp 87,33 miliar
  8. PT Rukun Raharja Tbk (RAJA) Rp 76,44 miliar
  9. PT Raharja Energi Cepu Tbk (RATU) Rp 68,45 miliar
  10. PT Bukit Uluwatu Villa Tbk (BUVA) Rp 64,59 miliar
Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.