Manajemen INA Respons Kabar Ridha Wirakusumah Mundur dari Kursi CEO
Indonesia Investment Authority (INA) akhirnya buka suara menyusul kabar Ridha Wirakusumah yang disebut mundur dari jabatannya sebagai petinggi di lembaga pengelola investasi nasional itu.
Manajemen INA menyatakan, kabar seputar pengunduran diri Ridha perlu dikoreksi. "Ridha Wirakusumah akan menyelesaikan masa jabatannya sebagai CEO INA sesuai pengangkatan melalui Keputusan Presiden Nomor 1/2021 tertanggal 15 Februari 2021," tulis manajemen INA kepada Katadata.co.id, pada Jumat (13/2).
Selama kepemimpinan Ridha, aset kelolaan INA meningkat dari sekitar US$ 5 miliar menjadi mendekati US$ 10 miliar. Adapun total investasi yang telah disalurkan hampir US$ 5 miliar.
Manajemen menilai torehan itu menjadi bagian dari fondasi kelembagaan INA sebagai pengelola dana kekayaan negara yang kredibel, didukung tim profesional yang siap melanjutkan misi kedepannya.
“INA tetap berkomitmen pada mandat jangka panjangnya untuk memobilisasi modal, memberikan dampak nasional, dan mendukung prioritas strategis Indonesia,” tulis mereka.
Sebelumnya, beberapa sumber Katadata.co.id mengatakan Ridha telah menyampaikan pengunduran dirinya sebagai CEO INA. Padahal, dia semestinya masih menjabat hingga 16 Februari 2026.
Adapun pemerintah kini tengah mencari kandidat untuk mengisi kursi Dewan Pengawas Lembaga Pengelola Investasi (LPI) atau INA. Ketua Komisi XI Dewan DPR, Mukhamad Misbakhun, menyebut Fauzi Ichsan dan Michael Tjoajadi menjadi kandidat di Dewan Pengawas INA.
“Fauzi Ichsan dan Michael Tjoajadi (calon anggota Dewan Pengawas INA),” kata Misbakhun kepada wartawan, Jumat (13/2).
Mengutip laman resmi INA, Ridha adalah salah satu eksekutif senior nasional di bidang perbankan, jasa keuangan, dan investasi. Ia memiliki pengalaman lebih dari 30 tahun di berbagai institusi terkemuka, baik di dalam maupun luar negeri.
Sebelum bergabung dengan INA, Ridha menjabat sebagai direktur utama Bank Permata pada 2017 hingga 2021; head of Indonesia di KKR & Co pada 2011 hingga 2014, serta direktur utama Bank Maybank Indonesia dari 2009 hingga 2011.
Ia juga pernah menduduki sejumlah posisi strategis di perusahaan multinasional. Di antaranya sebagai CEO Asia Pasifik AIG Consumer Finance, CEO Asia Pasifik GE Capital Consumer Finance and Banking, CEO GE Capital Thailand, CEO GE Capital Indonesia, head of corporate Finance Bankers Trust, serta head of public sector Citibank Indonesia.
Ridha meraih gelar doktor Administrasi Bisnis dari City University of Hong Kong. Ia juga menyandang gelar MBA di bidang Finance and International Business, serta sarjana Electrical Engineering dari Ohio University.
Selain itu, ia mengikuti Program Manajemen Lanjutan di University of California Berkeley. Sementara itu, berdasarkan laman Linkedin pribadinya, Ridha tercatat menjabat sebagai CEO INA sejak Februari 2021.