Shio Kambing dan Anjing Diramalkan Cuan Saham di Tahun Kuda Api

ANTARA FOTO/Sulthony Hasanuddin/rwa.
Layar digital menampilkan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Jumat (30/1/2026).
14/2/2026, 05.50 WIB

Pasar modal bersiap memasuki tahun kuda api. Meskipun Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) masih gonjang-ganjing imbas pengumuman MSCI, FTSE. hingga penurunan rating oleh lembaga pemeringkat internasional, pasar modal RI masih ditargetkan bullish hingga akhir 2026. 

Founder Feng Shui Consulting Indonesia, Yulius Fang, menilai tahun 2026 menjadi periode yang penuh momentum, namun tetap membutuhkan kedisiplinan dalam mengelola keuangan.

Ia mengatakan, Tahun Kuda Api membawa energi optimisme dan pergerakan cepat. Tetapi kunci keberhasilan justru terletak pada strategi investor yang tenang dan masuk secara bertahap.

Namun di tahun ini justru akan banyak investor yang fear of missing out (FOMO) atau takut ketinggalan. Ia juga menyebut sesuatu akan mudah datang dan pergi.

Menurutnya, investor sebaiknya mengatur arus kas dengan baik, menghindari sikap overconfidence, dan fokus pada pertumbuhan yang konsisten agar peluang yang muncul dapat dimanfaatkan secara optimal.

Slow and steady win the race, melangkah mantap menuju kemajuan akan memberikan hasil yang lebih berkelanjutan,” ujarnya dalam Market Outlook 2026 bertajuk “Strategi Kuda Api: Siap Melaju, Menerjang Peluang Baru” di Jakarta, Jumat (13/2). 

Yulius mengatakan industri yang menarik pada Tahun Kuda Api didominasi elemen air dan kayu. Elemen air dinilai kuat seiring momentum sektor pariwisata yang mencetak rekor baru. Hal itu mencakup bidang minuman, kafe, perjalanan darat, hotel, transportasi, perkapalan, perikanan, hingga IT dan software.

Sementara itu, elemen kayu sektor transportasi, perhutanan, perkebunan, furnitur, dan percetakan. Menurutnya, kedua elemen tersebut berpotensi sama-sama berjaya sepanjang tahun ini.

Elemen lain yang bisa dicermati adalah tanah dan api. Namun, Yulius juga menyinggung elemen yang diprediksi akan sulit tahun ini. "(Elemen) Logam menantang, saya tidak menyarankan,” katanya. 

ElemenSektor/Industri Prospektif 2026
AIRMinuman, Kafe, Bar & Travel, Pariwisata, Hotel, Transportasi, Perkapalan, Perikanan, IT/Software, Media Online, Laundry, Bisnis Jasa
KAYUTekstil, Fashion, Kesehatan, Perhutanan, Perkebunan, Furnitur, Percetakan, Stationery, Produk Kayu, Kurir, Ekspedisi & Logistik, Pergudangan, Obat Tradisional, Eceran, Jaringan
TANAHProperti, Infrastruktur, Konstruksi, Perbankan, Asuransi Tradisional, Pertanian, Sembako, Barang Konsumsi/Makanan, Peternakan, Produk Kulit, Sumber Daya Alam, Koperasi, Multifinance, Grosiran
APIRestoran/Kuliner, Energi, Bahan Bakar, Kimia, Teknologi, AI, Game, Spekulasi, Sekuritas, Pendidikan, Pertunjukan, Hiburan, Bisnis Kecantikan, Penerbangan, Elektrikal, Advertising, Fotografi, Asuransi Modern
LOGAMOtomotif, Elektronik, Komputer, Mesin, Alat Berat, Sparepart, Tools & Equipment, Finance, Fintech, Valas, Perhiasan, Pertambangan Mineral, Produk Logam, Farmasi, Telekomunikasi, Musik, Hukum, Kosmetik, Salon

Sumber: Founder Feng Shui Consulting Indonesia, Yulius Fang 

 Yulius juga memproyeksikan beberapa shio bakal menghadapi tekanan lebih besar tahun ini, seperti tikus, kerbau, ayam, kelinci, dan kuda. Shio-shio ini cenderung lebih mudah terbawa pikiran saat berbisnis atau trading.

Khusus tikus dan kerbau, tantangannya ada di pengelolaan uang sehingga perlu money management yang rapi dan lebih selektif saat memilih investasi.

Sebaliknya, shio kambing dan anjing dinilai tengah berada di fase yang lebih hoki. Menurutnya shio kambing dan anjing disebut punya intuisi yang cukup tajam dalam membaca peluang investasi. 

“Pada dasarnya shio hoki ini biasanya punya intuisi yang lebih bagus untuk bisa mendapatkan uang yang lebih banyak,” ucapnya.

Terkait rekomendasi investasi kepada investor, Yulius mengatakan strategi yang bisa dilakukan saat ini adalah membeli saham secara bertahap ketika harga turun, bukan langsung sekaligus.

Menurutnya, pendekatan ini cocok untuk saham dengan fundamental yang baik dan horizon investasi medium hingga jangka panjang, sekitar lima tahun.

Ia menilai saham masih menarik dikoleksi karena secara historis Tahun Kuda Api kerap menghadirkan energi yang mendorong pergerakan pasar lebih intens. Momentum tersebut dinilai tidak hanya terasa di Indonesia, tetapi juga di pasar global.

“Energi kuda api akan mulai lebih terasa di semester kedua 2026, kita punya kesempatan untuk bisa membeli dulu saham dengan harga di bawah,” katanya.

Ia Yulius mengatakan, kepercayaan pasar harus dibangun dan membutuhkan waktu. Menurutnya, pemulihan pasar tidak cukup hanya dari satu sisi baik pelaku domestik maupun investor asing perlu sama-sama menumbuhkan kepercayaan agar pasar kembali pulih.

Sedangkan Plt. Direktur Utama BRI Danareksa Sekuritas , Fifi Virgantaria, mengatakan pasar saham domestik kini semakin didominasi investor ritel. Ia menilai BRI Danareksa kini fokus untuk mengedukasi investor. 

Menurutnya, pemahaman soal risiko investasi, penentuan titik masuk, hingga batas stop loss penting agar investor tidak membeli di harga puncak lalu menjual saat turun.

“Nasabah ada yang mau beli buat long term doang,  mungkin dividend stock bisa jadi alternatif,” ucapnya. 

Adapun BRI Danareksa Sekuritas menargetkan penambahan sekitar 100 ribu investor baru pada 2026. Ia mengatakan target tersebut akan didorong melalui berbagai program pengembangan investor ritel. 

Mereka juga menyiapkan program remote trading saham yang dinilai berpotensi mempercepat pertumbuhan investor. Namun, implementasinya masih menunggu persetujuan regulator yang ditargetkan bakal rampung di semester kedua 2026.

Proyeksi Pertumbuhan Ekonomi 2026

BRI Danareksa Sekuritas memproyeksikan pertumbuhan ekonomi Indonesia berada di kisaran 5,1–5,3% pada 2026. Proyeksi tersebut ditopang dari perbaikan konsumsi, peningkatan investasi, serta kondisi likuiditas yang semakin mendukung aktivitas ekonomi.

Chief Economist, Macro Strategist & Debt Research Division Head BRI Danareksa Sekuritas, Helmy Kristanto, mengatakan, optimisme masyarakat tercermin dari Indeks Kepercayaan Konsumen yang naik ke level 127, tertinggi dalam satu tahun terakhir.

Dari sisi perbankan, uang beredar dalam arti luas (M2) tumbuh 9,6% dan penyaluran kredit mulai menunjukkan ekspansi, menandakan pergerakan ekonomi yang semakin solid.

Di sisi eksternal, pelonggaran suku bunga global dinilai berpotensi membuka peluang arus modal masuk ke pasar negara berkembang termasuk Indonesia. Stabilitas domestik disebut menjadi faktor pembeda yang memperkuat daya tarik Indonesia di tengah ketidakpastian global.

“Perekonomian nasional tetap ditopang pertumbuhan yang stabil, inflasi yang terkendali, serta konsumsi domestik yang kuat,” kata Helmy.  

BRI Danareksa Sekuritas mengatakan, prospek positif pasar memerlukan partisipasi investor domestik yang lebih aktif agar penguatan benar-benar terealisasi.

Kondisi tersebut menjadi fondasi penting bagi pasar modal. Pada tahun ini, dampak kebijakan ekonomi mulai terasa. Daya beli membaik, likuiditas longgar, dan aktivitas usaha meningkat. “Investor yang disiplin memiliki peluang besar untuk menangkap pertumbuhan tersebut,” ujar Helmy.

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

Reporter: Nur Hana Putri Nabila