Bertemu OJK, Robinhood Perjelas Rencana Ekspansi di Pasar Modal Indonesia

Dok. Kemenkeu
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa bertemu dengan tim perusahaan fintech Amerika Serikat, Robinhood Market Inc, di Kantor Kementerian Keuangan, Jakarta, Selasa (9/12/2025).
Penulis: Karunia Putri
Editor: Ahmad Islamy
14/2/2026, 20.59 WIB

Langkah ekspansi Robinhood Markets Inc di pasar Indonesia kini memasuki babak baru. Pada Kamis (12/2), perwakilan dari raksasa layanan jasa keuangan dan platform investasi digital asal Amerika Serikat (AS) itu menggelar pertemuan dengan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) selaku regulator pasar keuangan di Indonesia.

Pertemuan yang berlangsung di Jakarta itu dihadiri Senior Vice President and General Manager of Crypto and International at Robinhood, Johann Kerbrat, serta; Pejabat sementara (Pjs) Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon OJK Hasan Fawzi.

Hingga berita ini ditulis, Hasan belum membalas upaya konfirmasi dari Katadata. Sedangkan Pjs. Ketua dan Wakil Ketua OJK Friderica Widyasari Dewi mengaku tidak ikut dalam pertemuan dengan Rohinhood tersebut. "Aku tidak tahu siapa yang ikut," kata perempuan yang akrab disapa Kiki ini setelah acara Indonesia Economic Outlook 2026 di Wisma Danantara, Jakarta, Jumat (13/2).

Di sisi lain, Kiki menyambut baik rencana ekspansi Robinhood tersebut di Indonesia. "Kalau mau masuk juga bagus lah."

Pada Desember 2025, Robinhood Markets Inc resmi masuk ke pasar Indonesia. Ekspansi tersebut dilakukan melalui akuisisi dua perusahaan keuangan nasional, yakni PT Buana Capital Sekuritas dan PT Pedagang Aset Kripto.

VP dan GM Futures dan International di Robinhood, JB Mackenzie, menyebut Indonesia sebagai pasar dengan pertumbuhan perdagangan yang sangat pesat. Hal ini dinilai sejalan dengan misi Robinhood untuk memperluas dan mendemokratisasi akses keuangan bagi masyarakat luas.

“Kami menantikan kesempatan untuk menghadirkan layanan inovatif yang selama ini dipercaya oleh jutaan pengguna Robinhood di seluruh dunia,” kata Mackenzie melalui siaran pers di Jakarta, Senin (8/12).

Indonesia dinilai menjadi salah satu pasar paling prospektif untuk perdagangan saham dan aset digital. Hingga akhir Oktober 2025, jumlah investor pasar modal yang tercatat melalui single investor identification (SID) telah melampaui 19 juta, sementara investor kripto mencapai 17 juta orang. Sepanjang tahun berjalan, investor baru bertambah 4,28 juta atau meningkat 58,4%.

Pertumbuhan tersebut didorong tingginya minat generasi muda yang mengandalkan teknologi mobile dan cepat mengadopsi investasi digital. Dari total 19 juta investor pasar modal pada 2025, sekitar 54,25% merupakan investor berusia di bawah 30 tahun. Sebanyak 26,42% berada pada rentang usia 30–41 tahun, sedangkan sisanya berusia di atas 41 tahun.

Setelah mengakuisisi Buana Capital, Robinhood akan tetap melayani nasabah perusahaan efek yang sudah ada dengan produk-produk keuangan Indonesia. Dalam jangka panjang, setelah memperoleh izin regulator, Robinhood menargetkan dapat menghadirkan platform perdagangannya sendiri, termasuk akses ke saham AS, aset kripto global, serta berbagai instrumen internasional lainnya dalam skala besar.

Proses akuisisi Buana Capital dan Pedagang Aset Kripto saat ini masih harus memenuhi sejumlah persyaratan penyelesaian transaksi, termasuk persetujuan dari OJK dan regulator terkait lainnya. Seluruh transaksi ditargetkan tuntas pada paruh pertama 2026.

Robinhood Markets Inc didirikan pada 2013 dan berkantor pusat di Menlo Park, California. Perusahaan ini berkembang menjadi salah satu penyedia layanan keuangan terkemuka di AS dengan platform perdagangan saham, ETF, opsi, futures, dan kripto.

Saat ini, Robinhood melayani lebih dari 27 juta pelanggan dengan total aset kelolaan mencapai US$ 343 miliar. Perusahaan berkomitmen memperluas akses ke pasar keuangan bagi seluruh individu.

Robinhood juga dikenal luas sebagai inovator dalam perdagangan saham tanpa komisi, dengan model pendapatan yang terdiversifikasi. Basis penggunanya terus bertumbuh, terutama dari kalangan investor muda dan pemula.

Buana Capital adalah perusahaan sekuritas anggota BEI yang memiliki izin sebagai perantara pedagang efek dan penjamin emisi (investment banker). Didirikan pada 1990, perusahaan ini juga telah mengantongi izin usaha dari OJK.

Sementara itu, PT Pedagang Aset Kripto adalah pedagang aset keuangan digital yang telah memperoleh izin dari OJK sejak 2025 serta tercatat sebagai anggota bursa aset kripto di Indonesia.

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

Reporter: Karunia Putri