IHSG Diprediksi Menguat, Analis Rekomendasikan Saham EMTK, INET, MEDC, TOBA

Katadata/Fauza Syahputra
Pengunjung berjalan di dekat layar digital yang menampilkan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Senin (2/2/2026). IHSG ditutup melemah 4,88% atau 406,88 poin ke level 7.922 dengan volume transaksi perdagangan mencapai 50,39 miliar saham dan frekuensi sebanyak 2,94 juta kali.
19/2/2026, 07.21 WIB

Indeks Harga Saham Gabungan atau IHSG diramal naik pada perdagangan saham hari ini, Kamis (19/2). Adapun pada perdagangan Rabu (18/2) kemarin, IHSG ditutup menguat 1,19% ke Rp 8.310 disertai dengan munculnya volume pembelian.

Analis MNC Sekuritas, Herditya Wicaksana, mengatakan skenario terbaik akan terjadi apabila  indeks mampu bertahan di atas 8.172. IHSG masih berpeluang naik ke rentang 8.377–8.440.

“Namun waspadai akan adanya koreksi yang diperkirakan menguji 8.098–8.155,” tulis Herditya dalam risetnya, Kamis (19/2). 

 MNC Sekuritas menetapkan support IHSG berada di 7.863 dan 7.712. Sementara resistance terdekat berada di 8.354 dan 8.517. Support merupakan area harga saham tertentu yang diyakini sebagai titik terendah pada satu waktu. Saat menyentuh support, harga umumnya akan kembali naik karena daya beli saham naik.  

Sedangkan resistance merupakan tingkat harga saham tertentu yang dinilai sebagai titik tertinggi. Setelah saham menyentuh level ini, biasanya akan ada aksi jual cukup besar hingga laju kenaikan harga tertahan.

MNC Sekuritas merekomendasikan buy on weakness sejumlah saham. Misalnya PT Sinergi Inti Andalan Prima Tbk (INET) akumulasi beli di rentang Rp 390–Rp 418 dengan target harga di Rp 458–Rp 494, sementara level stoploss di bawah Rp 362.

Kemudian PT Bukit Uluwatu Villa Tbk (BUVA) direkomendasikan buy on weakness pada area Rp 1.350–Rp 1.450 dengan target harga di Rp 1.595–Rp 1.720, serta stoploss di bawah Rp 1.245. PT Pantai Indah Kapuk Dua Tbk (PANI) disarankan speculative buy di level Rp 10.575–Rp 10.800 dengan target harga ke Rp 11.752–Rp 12.200.

Lalu Phintraco Sekuritas menyampaikan secara teknikal terjadi pembentukan golden cross pada indikator MACD IHSG dan juga diperkuat oleh kenaikan volume beli. Sementara itu, Stochastic RSI masih bergerak di area pivot dan IHSG juga ditutup di atas level MA5.

Dengan kondisi tersebut, IHSG diperkirakan berpeluang melanjutkan penguatan untuk menguji area resistance di kisaran 8.350–8.400.

Adapun dari sisi sentimen, pelaku pasar akan mencermati hasil Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia (19/2). BI diperkirakan tetap menahan BI Rate di level 4,75%, dengan Deposit Facility Rate 3,75% dan Lending Facility Rate 5,5%. Selain itu, pasar juga menunggu rilis data pertumbuhan kredit Januari 2026 yang diproyeksikan relatif stabil di kisaran 9,6%.

Phintraco Sekuritas merekomendasikan saham PT Medco Energi Internasional Tbk (MEDC), PT Alamtri Minerals Indonesia Tbk (ADMR), PT TBS Energi Utama Tbk (TOBA), PT Elang Mahkota Teknologi Tbk (EMTK), dan PT Bank Neo Commerce Tbk (BBY

 
Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

Reporter: Nur Hana Putri Nabila