Saham AMRT-DNET Rontok, Menkop Imbau Alfamart-Indomaret Setop Ekspansi ke Desa
Kementerian Koperasi (Kemenkop) meminta gerai ritel modern seperti PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk (AMRT) dan PT Indoritel Makmur Internasional Tbk (DNET) alias pengelola Alfamart dan Indomaret tidak menambah jumlah gerai baru di wilayah desa.
Wakil Menteri Koperasi Ferry Juliantono mengatakan, langkah tersebut dilakukan agar kehadiran Koperasi Desa (Kopdes) dapat menjadi pusat aktivitas ekonomi masyarakat desa. Menurut Ferry, terdapat perbedaan mendasar antara ritel modern dan koperasi desa dari sisi perputaran ekonomi.
“Jadi saya pernah ketemu dengan yang punya retail modern yang sebelah sana, saya bilang stop bikin retail modern di desa, biarkan di desa itu si kooperasi desa yang jualan retail barang-barangnya,” kata Ferry dalam kanal YouTube IDN Times, dikutip Jumat (20/2).
Seiring pernyataan tersebut, saham AMRT ditutup turun 4,21% atau 80 poin ke level 1.820 dan telah melemah 7,85% sejak awal tahun. Adapun saham DNET turun 1,66% atau 150 poin ke posisi 8.875 dan terkoreksi 2,20% secara year to date (ytd).
Hingga Januari 2026, Alfamart tercatat mengoperasikan lebih dari 21.120 gerai di seluruh Indonesia yang tersebar melalui 34 kantor cabang. Sementara itu jumlah gerai Indomaret di Indonesia per awal 2025 tercatat mencapai lebih dari 23.100 unit.
Lebih jauh Ferry mengatakan, keuntungan ritel modern di desa dinilai akan mengalir ke pemegang saham di kota besar, sedangkan koperasi memungkinkan uang yang dibelanjakan masyarakat kembali menjadi keuntungan bagi warga desa.
Ia mengaku telah menyampaikan langsung kepada pelaku ritel modern agar tidak menambah gerai di desa. Ferry juga mendorong koperasi desa untuk menjadi pelaku utama penjualan barang kebutuhan sehari-hari. Sementara produk yang belum mampu diproduksi oleh koperasi masih dapat dipasok oleh peritel modern.
Di sisi lain, Ferry menantang pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di daerah untuk mulai memproduksi kebutuhan rumah tangga seperti sabun, sampo, deterjen, kecap, saus, hingga sambal. Pemerintah, kata dia, akan menyiapkan ekosistem, termasuk kurasi dan pembiayaan, agar generasi muda dapat membentuk koperasi produktif.
Target Bangun 80 Ribu Kopdes Merah Putih
Sebelumnya, Menteri Koperasi Ferry Juliantono mengatakan mayoritas atau lebih dari 60 ribu bangunan fisik Koperasi Desa Merah Putih akan dibangun dengan desain tunggal. Sedangkan, sekitar 20 ribu unit koperas akan dibangun menyesuaikan kondisi masing-masing desa.
Ferry menjelaskan strategi ini digunakan untuk mempercepat proses pembangunan infrastruktur fisik KDMP. Ferry telah memberikan target bahwa setiap koperasi hanya akan dibangun dengan waktu 3 bulan agar dapat beroperasi pada Maret-April 2026.
"Setelah kami memulai konstruksi pada tanah dengan standar yang ideal, kami baru akan membangun bangunan fisik sesuai dengan kondisi geografis dan karakter masing-masing desa," kata Ferry dalam rapat kerja dengan Komisi VI DPR, Selasa (18/11).
Ferry mengatakan, standar tanah ideal untuk pembangunan fisik Kopdes Merah Putih adalah memiliki luas setidaknya 1.000 meter persegi. Selain itu, lokasi tanah tersebut harus di titik strategis di setiap desa.
Total Kopdes Merah Putih yang mulai dibangun pada tahun ini mencapai 25.000 unit dan akan naik menjadi 60.000 unit pada bulan depan. Dia juga telah memetakan desa mana yang tak bisa mengikuti desain tunggal dari PT Agrinas Pangan Nusantara.