IHSG Berpeluang Naik, Saham ANTM, CPIN hingga MYOR Jadi Direkomendasikan Analis
Indeks Harga Saham Gabungan atau IHSG diproyeksikan naik pada perdagangan hari ini, Senin (23/2). Analis merekomendasikan saham PT Aneka Tambang Tbk (ANTM), PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk (CPIN), hingga PT Mayora Indah Tbk (MYOR).
Analis BinaArtha Sekuritas Ivan Rosanova menilai, IHSG berpeluang menguji kembali level resistance di 8.377 selama tidak turun di bawah support Fibonacci 8.179. Namun jika level tersebut ditembus, indeks berpotensi melemah menuju 8.071.
Ivan mencatat level support IHSG berada di 8.179, 8.071, 7.809 dan 7.617, sedangkan level resistance di 8.377, 8.596 dan 8.837.
“Indikator MACD menunjukkan adanya momentum bullish,” kata Ivan dalam keterangannya dikutip Senin (23/2).
Support merupakan area harga saham tertentu yang diyakini sebagai titik terendah pada satu waktu. Saat menyentuh support, harga umumnya akan kembali naik karena peningkatan pembelian.
Sedangkan resistance adalah tingkat harga saham tertentu yang dinilai sebagai titik tertinggi. Setelah saham menyentuh level ini, biasanya akan ada aksi jual cukup besar sehingga laju kenaikan harga tertahan.
MACD atau Moving Average Convergence Divergence adalah indikator yang digunakan untuk mengukur kekuatan dan arah tren harga saham. Garis MACD yang terus menanjak menunjukkan tren naik alias positive slope berlanjut dan momentum beli tetap kuat.
Ivan pun memberikan sederet rekomendasi saham untuk hari ini. Ia menyarankan untuj menahan penjualan (hold) atau ambil untung sebagian saham PT Alamtri Resources Indonesia Tbk (ADRO) dengan target harga terdekat di level Rp 2.360. Kemudian menahan saham PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) di rentang harga Rp 3.900 – Rp 4000 dengan target di level Rp 4.410 serta membeli saham PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk (CPIN) di harga Rp 4.000 – Rp Rp 4.150 dengan target di level Rp 4.590.
Ia juga merekomendasikan beli saham PT Merdeka Battery Materials Tbk (MBMA) di harga Rp 800 – Rp 840 dengan target harga di 1.120 dan PT Kalbe Farma Tbk (KLBF) di harga 970 – 1.010 dengan target Rp 1.110.
Sementara itu, Analis Phintraco Sekuritas memprediksi IHSG di kisaran level 8.250-8.380 pada pekan ini. IHSG diperkirakan berpeluang menguji level 8.400 jika mampu ditutup di atas level 8.350.
Menurut Phintraco, pelaku pasar akan mencermati langkah pemerintah Indonesia yang menyusul pembatalan tarif resiprokal Amerika Serikat. Indonesia sendiri telah menandatangani Agreement on Reciprocal Trade (ART) dengan AS, tetapi perjanjian tersebut belum berlaku efektif karena masih menunggu proses ratifikasi di kedua negara.
Selama undang-undang ratifikasi belum disetujui DPR, Indonesia secara hukum belum terikat dengan kesepakatan tersebut. Perkembangan ini dinilai berpotensi menjadi katalis positif bagi pasar saham domestik.
Sentimen positif tambahan datang dari kabar bahwa MSCI menyetujui seluruh proposal yang diajukan Bursa Efek Indonesia dan Otoritas Jasa Keuangan. Meski demikian, investor diperkirakan tetap mencermati implikasi kewajiban bagi 267 emiten untuk meningkatkan porsi saham publik atau free float dari 7,5% menjadi 15%.
Adapun rekomendasi saham-saham dari Phintraco Sekuritas di antaranya adalah PT Mayora Indah Tbk (MYOR), PT Elnusa Tbk (ELSA), PT AKR Corporindo Tbk (AKRA), PT Semen Indonesia Tbk (SMGR), PT Pyridam Farma Tbk (PYFA) dan PT Semen Baturaja Tbk (SMBR).