Profil Dana Indonesia di Bawah Genggaman Grup Sinarmas (DSSA) yang Bersiap IPO

website Dompet Digital DANA
Dompet Digital DANA
24/2/2026, 07.29 WIB

PT Espay Debit Indonesia Koe (DANA) atau Dana Indonesia di bawah genggaman Grup Sinarmas PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA) membuka peluang aksi korporasi besar berupa penawaran umum perdana saham atau initial public offering (IPO). 

Langkah DANA menuju pasar modal memang belum diumumkan secara resmi, namun arah kebijakan korporasi perusahaan dompet digital tersebut mulai terbaca. Direktur Komunikasi DANA Olavina Harahap mengakui rencana tersebut memang ada dalam peta jalan perusahaan. Meski begitu ia mengatakan aksi itu belum akan dieksekusi dalam waktu dekat.

 "IPO saat ini masih menjadi strategi jangka panjang kami dan akan dieksekusi di waktu yang tepat. Tentunya, menyesuaikan kondisi pasar dan perusahaan," ujar Olavina saat dihubungi Katadata seperti dikutip Senin (232). 

Ia menjelaskan saat ini perusahaan akan lebih memperkuat fondasi bisnis, terutama dari sisi pengalaman pengguna, keamanan sistem, serta kualitas layanan. Perusahaan ingin pengguna bisa memaksimalkan layanan sehingga bisa mendorong pertumbuhan ekonomi dan mendukung kesejahteraan. 

Meski begitu, kepemilikan DANA kini telah berubah dan tidak lagi berada di bawah kendali PT Elang Mahkota Teknologi Tbk (EMTK) atau Grup Emtek. Pada 2022, operator DANA yakni PT Espay Debit Indonesia Koe mengumumkan masuknya investasi strategis dari Sinar Mas Group dan Lazada Group.

Masuknya kedua investor tersebut menunjukkan kepercayaan terhadap pengembangan ekosistem keuangan digital terbuka yang dibangun oleh DANA di Indonesia. “Serta peran penting DANA dalam memajukan literasi dan inklusi keuangan di Indonesia,” ungkap manajemen kepada Katadata. 

Lalu seperti apa profil pengendali yang menjadi penyokong DANA?

Profil DANA Indonesia

Apabila menilik ke belakang, perubahan kepemilikan DANA terjadi pada 2022 ketika pemilik lama, PT Elang Mahkota Teknologi Tbk (EMTK) mulai melepas sebagian kepemilikannya. Melalui anak usahanya PT Kreatif Media Karya (KMK), EMTK menjual sebagian saham di PT Elang Andalan Nusantara (EAN), perusahaan yang menaungi operator DANA. Saham tersebut kemudian diambil alih oleh LazadaPay Holdings Pte Ltd sehingga Lazada Group dan Sinar Mas Group masuk sebagai pemegang saham baru di ekosistem dompet digital itu.

Berdasarkan keterbukaan informasi di Bursa Efek Indonesia (BEI), pada 10 Agustus 2022 Kreatif Media Karya (KMK) menandatangani akta pengalihan sebanyak 202 saham seri A dan 4.792.986 saham seri B kepada LazadaPay Holdings Pte Ltd. Nilai transaksi itu mencapai sekitar US$ 304,5 juta atau sekitar Rp 4,5 triliun.

Corporate Secretary EMTK, Titi Maria Rusli, mengatakan usai transaksi itu kepemilikan PT Kreatif Media Karya (KMK) di PT Elang Andalan Nusantara (EAN) akan berkurang. Namun di sisi lain, KMK akan menerima dana hasil penjualan saham tersebut yang dinilai akan berdampak positif terhadap kondisi kas keuangan KMK maupun perseroan.

“PT Kreatif Media Karya (KMK), anak perusahaan yang dimiliki 99,99% oleh perseroan, telah menjual dan mengalihkan sebagian sahamnya di PT Elang Andalan Nusantara (EAN),” demikian tertulis dalam keterbukaan informasi BEI.

Seiring dengan itu Sekretaris Perusahaan DSSA, Susan Chandra mengatakan pada 10 Agustus 2022, entitas anak tidak langsung perseroan, PT DSST Dana Gemilang (DSST), telah menuntaskan investasi di PT Elang Andalan Nusantara (EAN).

EAN merupakan perusahaan yang menaungi operator dompet digital DANA di Indonesia. Nilai investasi yang direalisasikan mencapai US$ 200 juta atau sekitar Rp 2,9 triliun. Susan menyebut aksi itu juga menjadi bagian dari kolaborasi dalam pengembangan bisnis digital. Menurutnya, kerja sama strategis tersebut diharapkan dapat memberikan dampak positif bagi pengembangan ekosistem digital yang dimiliki perseroan dan para pemangku kepentingan.

Selain permodalan, pengembangan teknologi DANA turut ditopang oleh Ant International. Ant International mengelola Alipay+, sebuah gerbang pembayaran lintas negara dan digitalisasi global yang menghubungkan merchant global dengan konsumen. Kolaborasi ini menjadi salah satu fondasi sistem pembayaran digital DANA sejak awal beroperasi. 

Meski DANA baru hadir pada 2018, kiprah Vincent Henry Iswaratioso sebagai founder DANA di industri pembayaran digital telah dimulai sejak 2008 melalui pendirian INDOMOG, platform pembayaran untuk komunitas gim. Ia kemudian menjabat sebagai Director sekaligus Country Lead Alipay Indonesia pada 2015–2017.

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

Reporter: Nur Hana Putri Nabila