Manuver Emiten Prajogo PTRO Caplok 2 Perusahaan Sektor Jasa Kepelabuhan
Emiten milik pengusaha nasional Prajogo Pangestu, PT Petrosea Tbk (PTRO), melakukan manuver baru dengan mencaplok dua perusahaan sekaligus di sektor jasa kepelabuhanan. Nilai transaksi akuisisi tersebut mencapai Rp 1,1 miliar.
Aksi korporasi itu dilakukan melalui entitas usaha perseroan. Aksi pertama dilakukan oleh anak usaha PTRO, PT Petrosindo Sinergi Alur. Perseroan menandatangani perjanjian pembelian 55% saham PT Vista Maritim Asia (VMA) yang terdiri atas 50% saham milik Lius Kastomo dan 5% milik Jalu Yogo Santoso dari seluruh modal ditempatkan dan disetor VMA.
“Pengambilalihan saham ini akan memperkuat sinergi operasional melalui integrasi rantai nilai pit-to-port guna mendukung ekspansi usaha perseroan,” ujar Sekretaris Perusahaan PTRO, Anto Broto, dalam keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia, Rabu (25/2).
Menurut dia, transaksi ini juga diharapkan memberikan dampak positif terhadap peningkatan kinerja operasional serta menjadi bagian dari strategi pengembangan usaha untuk memperkuat sinergi antarentitas di dalam grup.
Berdasarkan informasi di laman resminya, Vista Maritim Asia adalah kontraktor turnkey berbasis di Batam yang bergerak di industri pembangunan dan perbaikan kapal. Perusahaan ini memiliki kapabilitas dalam fabrikasi lambung kapal, perpipaan, pengecatan, pekerjaan mekanik dan kelistrikan serta pengerjaan proyek baja dan aluminium, termasuk kapal pandu dan patroli, feri penumpang, kapal pengangkut awak hingga kapal pasokan cepat.
Perusahaan tersebut didirikan pada 2007. VMA tercatat telah menyelesaikan pekerjaan pada lebih dari 60 kapal baja dan aluminium. Dalam beberapa tahun terakhir, perusahaan juga mengembangkan proyek pembangunan dan perbaikan kapal aluminium berkecepatan tinggi berstandar International Association of Classification Societies (IACS) dengan kemitraan strategis bersama galangan kapal PT Kim Seah.
Selain VMA, Petrosea juga mengakuisisi 55% saham PT Nusantara Arung Samudera (NAS) melalui anak usahanya PT Petrosindo Sinergi Samudera. Saham tersebut diambil dari Karen Nathani sebesar 45% dan Maifian Juni Candra sebesar 10% dari seluruh modal ditempatkan dan disetor NAS.
NAS memiliki kegiatan usaha di bidang jasa pelayanan kepelabuhanan laut. Perseroan menilai akuisisi ini akan semakin memperkuat integrasi operasional pit-to-port sekaligus mendorong peningkatan kinerja operasional secara berkelanjutan.