Raharja Energi Cepu (RATU) Ungkap Prospek Proyek LNG Blok Masela di Maluku

Katadata
PT Rukun Raharja Tbk (RAJA), milik Hapsoro Sukmonohadi alias Happy Hapsoro, berencana membawa anak usahanya, Raharja Energi Cepu (RATU), melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI) melalui skema initial public offering (IPO).
2/3/2026, 08.05 WIB

Emiten afiliasi milik suami Ketua Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI Puan Maharani, Hapsoro Sukmonohadi atau Happy Hapsoro, PT Raharja Energi Cepu Tbk (RATU) bicara proyek Liquefied Natural Gas (LNG) dari Lapangan Gas Abadi di Blok Masela.

Apalagi proyek strategis nasional (PSN) itu telah mandek lebih dari dua dekade.  Proyek dengan nilai investasi US$ 20,94 miliar atau sekitar Rp 351,79 triliun itu bisa dibilang berjalan di tempat sejak 1998. 

Proyek di Blok Masela ini akan menghasilkan sekitar 9,5 juta ton LNG per tahun, 150 juta standar kaki kubik per hari (MMSCFD) gas pipa, serta 35 ribu barel kondensat per hari. Proyek yang berada di wilayah Maluku ini ditargetkan mulai berproduksi pada 2029 mendatang.

Seiring dengan itu, apakah emiten yang bergerak hulu minyak dan gas (migas) mengincar blok dengan investasi jumbo itu?

Direktur Utama Raharja Energi Cepu, Sumantri, mengakui blok Masela ini adalah salah satu blok gas terbesar di Indonesia cadangannya macam-macam bisa sampai 11 TCF ini punya impact Jepang tapi kemudian ada Petronas dan Pertamina yang masuk ini blok sudah lama sekali tertunda-tertunda tapi sepertinya akan segera masuk 

Direktur Utama Raharja Energi Cepu, Sumantri, mengakui proyek di Blok Masela merupakan salah satu blok gas terbesar di Indonesia dengan cadangan yang diperkirakan mencapai sekitar 11 trillion cubic feet (TCF). Blok ini sebelumnya melibatkan Inpex Masela Ltd, Petroliam Nasional Berhad (Petronas) hingga PT Pertamina (Persero).

“ini blok sudah lama sekali tertunda-tertunda, terus terang sih kami belum ada proyeksi untuk melihat Blok Masela,” kata Sumantri dalam sesi diskusi bertajuk “Potensi Emiten RATU di Era Ketahanan Energi” secara daring, dikutip Senin (2/3). 

Sumantri mengatakan RATU belum melirik proyek itu lantaran hingga saat ini belum ada mitra yang berencana melepas participating interest (PI). Selain itu, RATU juga belum melihat potensi produksi dalam waktu dekat dari proyek yang berada di wilayah Maluku tersebut. 

Menurut Sumantri, perseroan tidak bisa menunggu terlalu lama hingga suatu aset mulai menghasilkan arus kas karena hal itu bisa menekan cash flow perusahaan.

“Kami totally belum ada visibility ke arah sana kalau Blok Masela, ya,” kata Sumantri. 

Menangkan Hak Partisipasi 20% Blok Madura Strait

Sebelumnya belum lama ini RATU memenangkan hak partisipasi 20% Blok Madura Strait dan kontribusi aset migas tersebut diperkirakan mulai tercermin dalam kinerja keuangan perseroan pada kuartal kedua 2026. 

Adapun RATU menjadi pemenang tender akuisisi 100% saham SMS Development Limited (SMSDL). Perusahaan ini secara tidak langsung menggenggam 20% partisipasi di Husky CNOOC Madura Limited (HCML), kontraktor kontrak kerja sama (KKKS) Blok Madura Strait.

Direktur RATU Adrian Hartadi mengatakan, secara substansi kontribusi Blok Madura terhadap keuangan perseroan sebenarnya sudah berjalan sejak 1 Januari 2026. Namun, penetapan pemenang tender belum memberikan dampak material karena belum diikuti dengan perjanjian mengikat maupun persetujuan rapat umum pemegang saham (RUPS). 

“Jadi efek keuangan itu sudah ada dari 1 Januari 2026. Cuman belum efektif aja. Tinggal berlaku nanti pada semester 1,” kata Adrian dalam diskusi RATU Prospects and Challenges in the Future yang digelar secara virtual, Kamis (22/1). 

Kendati demikian Adrian menyatakan belum dapat menyebutkan berapa persen potensi kenaikan laba bersih dan pendapatan perseroan pada tahun ini setelah dapat masuk di Blok Madura Strait.

Manajemen RATU menargetkan RUPS digelar pada 7 Mei 2026. Jika mendapat persetujuan pemegang saham, kontribusi Blok Madura akan mulai dicatat dalam laporan keuangan kuartal II 2026. Meski demikian, Adrian menyatakan, dalam kontrak kerja sama (CSP) yang dimiliki RATU, kontribusi tersebut sudah efektif sejak awal tahun.

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

Reporter: Nur Hana Putri Nabila