Pengendali Lepas Hampir 1 Miliar Saham NCKL, Raup Rp 1,35 Triliun
PT Harita Jayaraya melepas sebagian kepemilikan sahamnya di PT Trimegah Bangun Persada Tbk (NCKL). Aksi itu terungkap dalam laporan kepemilikan saham yang disampaikan kepada Otoritas Jasa Keuangan (OJK), awal pekan ini.
Berdasarkan laporan yang dirilis melalui keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), Senin (2/3) itu, jumlah saham yang dimiliki Harita Jayaraya sebelum transaksi tercatat sebanyak 51,33 miliar unit atau setara 81,36% hak suara. Setelah serangkaian transaksi penjualan, kepemilikan perseroan berkurang menjadi 50,34 miliar saham dengan porsi hak suara turun menjadi 79,79%.
Penjualan dilakukan secara bertahap sejak 26 September 2025 hingga 26 Februari 2026 dengan total mencapai 991,13 juta saham. Adapun harga pelaksanaan ketika saham-saham tersebut dilego berada di kisaran Rp 1.180 hingga Rp 1.412 per saham.
"Tujuan transaksi ini adalah untuk investasi," ungkap manajemen PT Harita Jayaraya dalam laporannya kepada OJK.
Transaksi terbesar terjadi pada 26 Februari 2026 dengan jumlah 962,5 juta saham di harga Rp 1.400 per saham. Selain itu, terdapat beberapa transaksi lain dengan volume lebih kecil, antara lain 13,13 juta saham pada 26 September 2025 di harga Rp 1.186, dan; 9,6 juta saham pada 14 Oktober 2025 di harga Rp 1.203 per saham.
Secara keseluruhan, total saham yang dilepas Harita dalam periode tersebut mencapai sekitar 991,13 juta unit. Jika mengacu pada harga transaksi yang dilaporkan, nilai divestasi itu berpotensi mencapai sekira Rp1,35 triliun, dengan kontribusi terbesar berasal dari transaksi akhir Februari 2026.
Meski kepemilikan berkurang, Harita Jayaraya tetap berstatus sebagai pengendali emiten nikel tersebut. Dalam laporan yang sama disebutkan bahwa perseroan menyatakan akan tetap mempertahankan pengendalian atas NCKL.
PT Trimegah Bangun Persada Tbk atau yang dikenal sebagai Harita Nickel adalah perusahaan tambang dan hilirisasi nikel yang beroperasi di Maluku Utara. Saham NCKL tercatat di BEI dan menjadi salah satu emiten sektor pertambangan dengan kapitalisasi besar di papan utama.
Berdasarkan data perdagangan pada Senin (2/3) pukul 15.11 WIB, saham NCKL bertengger di level Rp 1.455 per saham, terkoreksi 85 poin atau 5,52%.