Menteri PKP Maruarar Terungkap Pegang Saham 4 Emiten, BOLA, CARS, COCO dan TRIM

ANTARA FOTO/Rivan Awal Lingga/bar
Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait memberikan keterangan pers Selasa (23/9/2025).
4/3/2026, 08.06 WIB

Nama Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait muncul dalam daftar pemegang saham di sejumlah emiten di Bursa Efek Indonesia (BEI). Data itu terungkap setelah Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) merilis daftar nama pemegang saham di atas 1% untuk seluruh emiten di BEI. 

Merujuk data KSEI, Maruarar tercatat memiliki saham di PT Bali Bintang Sejahtera Tbk (BOLA), PT Industri dan Perdagangan Bintraco Dharma Tbk (CARS), PT Wahana Interfood Nusantara Tbk (COCO), hingga PT Trimegah Sekuritas Indonesia Tbk (TRIM).

Berdasarkan data pemegang saham per 27 Februari 2026, ia memiliki 114,86 juta saham di PT Bali Bintang Sejahtera Tbk (BOLA) atau setara 1,91%. Selain itu, Maruarar juga memegang 737,51 juta saham di PT Industri dan Perdagangan Bintraco Dharma Tbk (CARS) dengan porsi 4,92%.

Kepemilikan lainnya ada di PT Wahana Interfood Nusantara Tbk (COCO) sebanyak 117,91 juta saham atau 3,31%. Ia juga genggam saham di PT Trimegah Sekuritas Indonesia Tbk (TRIM) sebanyak 78,44 juta saham yang setara 1,10%.

Adapun Bursa Efek Indonesia (BEI) dan Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) resmi membuka informasi kepemilikan saham perusahaan tercatat hingga 1% pada 3 Maret 2026. Sebelumnya, otoritas pasar modal itu hanya membuka data kepemilikan saham sampai 5%.

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) melalui Keputusan Dewan Komisioner Nomor 1/KDK.04/2026 menetapkan PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) dan PT Bursa Efek Indonesia (BEI) sebagai penyedia data kepemilikan saham perusahaan terbuka kepada publik.

Sekretaris BEI Kautsar Primadi Nurahmad mengatakan data tersebut akan disediakan oleh KSEI dan dipublikasikan setiap bulan melalui situs BEI sebagai bagian dari peningkatan keterbukaan informasi kepemilikan saham emiten.

Ia menyebut penyajian data dilakukan secara terstruktur untuk memberikan gambaran yang lebih transparan mengenai struktur kepemilikan saham perusahaan tercatat kepada investor dan para pemangku kepentingan di pasar modal.

“Sekaligus memperkuat kepercayaan, integritas dan kredibilitas pasar modal Indonesia,” ucap Kautsar.

Langkah ini juga menjadi bagian dari upaya reformasi berkelanjutan dalam memperkuat transparansi dan tata kelola pasar modal di Indonesia. BEI dan KSEI berkomitmen untuk terus meningkatkan standar keterbukaan informasi sesuai praktik terbaik global untuk memperdalam kualitas data pasar serta menjaga perdagangan yang teratur, wajar, dan efisien.

Dengan adanya informasi kepemilikan saham di atas 1% tersebut, ia mengatakan investor diharapkan memperoleh referensi yang lebih akurat dalam proses pengambilan keputusan investasi.

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

Reporter: Nur Hana Putri Nabila