Tambang Tembaga dan Emas Grup Bakrie–Salim (BUMI) Mulai Beroperasi Tahun ini
Emiten pertambangan kongsi Grup Bakrie–Salim, PT Bumi Resources Tbk (BUMI) menargetkan tambang tembaga dan emas Wolfram dapat beroperasi tahun ini. Tambang yang dimaksud baru diakuisisi pada 2025.
Chief Corporate Affairs Officer Bumi Resources, Christopher Fong, mengatakan operasi proyek tambang tembaga Wolfram Limited diperkirakan mulai berjalan dalam beberapa minggu ke depan. Pengumuman lebih lanjut akan disampaikan dalam rilis selanjutnya.
“Tapi kami mengharapkan hasil yang baik pada tahun ini,” ucap Fong ketika ditemui di Jakarta, Kamis (13/3).
Selain itu, Fong juga menyampaikan operasi tambang emas Jubilee Metals Limited (JML) diperkirakan mulai berjalan sedikit lebih lambat pada tahun ini karena perusahaan masih melakukan proses pemindahan pabrik pengolahan. Meski begitu, Fong memperkirakan produksi dari proyek yang berfokus pada komoditas emas itu dapat dimulai pada kuartal keempat 2026.
“Kami juga memperkirakan produksi Jubilee akan dimulai pada kuartal keempat 2026,” kata Fong.
Adapun BUMI kini menguasai 64,98% saham tambang emas Jubilee Metals Limited (JML) dan 100% saham tambang tembaga Wolfram Limited. Sebelumnya Presiden Direktur Bumi Resources Adika Nuraga Bakrie menyampaikan, tambang emas JML diperkirakan mulai melakukan kegiatan penambangan pada Juli 2026 dan menargetkan produksi sebesar 9,89 ribu ons emas pada tahun ini.
Ia mengatakan JML menjadi aset emas berkadar tinggi yang siap berproduksi dalam waktu dekat dan memiliki potensi kenaikan signifikan. Tambang ini juga akan melengkapi platform tembaga yang diperoleh BUMI melalui akuisisi Wolfram.
“Kombinasi kedua aset ini memperkuat roadmap diversifikasi BUMI dan meningkatkan kemampuan kami dalam menghasilkan kinerja yang stabil lintas siklus komoditas,” kata Adika dalam keterangannya, dikutip Senin (22/12).
Menurut Adika, akuisisi JML juga sejalan dengan strategi diversifikasi jangka panjang BUMI yang menargetkan komposisi EBITDA terkonsolidasi berimbang 50:50 antara batu bara termal dan aset non-batu bara termal pada 2031.
Berdasarkan riset Samuel Sekuritas, Wolfram diketahui memiliki dua aset tambang utama, yakni Crush Creek dan Mount Carlton. Tambang Crush Creek tercatat memiliki cadangan emas sekitar 191 ribu ons dengan sumber daya mencapai 470 ribu ons dan kadar 2,33 gram per ton. Sementara itu, Mount Carlton memiliki cadangan sebesar 129 ribu ons dengan sumber daya 197 ribu ons serta kadar 1,39 gram per ton.
Dari data tersebut, valuasi aset Wolfram menunjukkan rasio enterprise value (EV) terhadap cadangan sebesar US$ 133 per ons. Samuel Sekuritas menyebut angka ini mencerminkan diskon sekitar 64% dibandingkan rata-rata tertimbang global untuk transaksi serupa sehingga dinilai cukup menarik dari sisi valuasi.
Sebelum memulai kembali operasional di kedua tambang tersebut, Bumi Resources akan melakukan tahap perbaikan (refurbishment) dengan belanja modal sekitar US$ 5,8 juta atau sekitar Rp 91 miliar (kurs: 15.700 per dolar AS). Produksi komersial ditargetkan mulai pada Juni 2026 dengan memanfaatkan fasilitas flotation plant.
Ke depannya perseroan juga berencana meningkatkan kapasitas produksi emas melalui pembangunan fasilitas Carbon-in-Leach (CIL) yang ditargetkan beroperasi pada 2029 dengan estimasi capex sekitar US$ 45,5 juta atau sekitar Rp 714 miliar.